Advertorial

Lurah Pandeglang: Ada Warga Melapor, Beras Bantuan PPKM Basah Segera Diganti

Kompas.com - 07/08/2021, 19:52 WIB

KOMPAS.com – Insiden ditemukannya beras basah dalam bantuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kelurahan Pandeglang, Banten, menjadi perhatian Kepala Kelurahan Pandeglang Muhammad Apendi.

Apendi menjelaskan, pihaknya juga dengan segera melakukan pengecekan dan penggantian ketika ada warga yang melapor terkait kurang baiknya kondisi beras yang diterima dari bantuan sosial (bansos).

Namun, menurut Apendi, jumlah warga yang melapor telah menerima beras dengan kondisi basah dan menggumpal tidak banyak.

“Jumlah (warga) yang melapor cuma dua orang. Selebihnya, tidak ada yang komplain dan merasa senang sudah mendapat bantuan beras baik,” ujar Apendi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (7/8/2021).

Warga dan beras bantuan sosial PPKM.Dok. Bulog Warga dan beras bantuan sosial PPKM.

Setelah ditelusuri, lanjutnya, rusaknya beras tersebut karena karung beras bantuan PPKM terkena tetesan hujan saat proses pembongkaran di Kantor Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang.

“Begitu hari Rabu (4/8/2021) ada warga yang melapor, kami langsung koordinasikan dan beras pengganti langsung didatangkan oleh Bulog tidak sampai 24 jam,” imbuh Apendi.

Hal tersebut dijelaskan Apendi kepada tim monitoring dan evaluasi (monev) Bulog yang turun langsung ke Pandeglang, Jumat (6/8/2021). Tim monev dipimpin oleh Kepala Divisi Perawatan dan Pengendalian Etik Yulianti.

Menanggapi laporan Ependi, Etik menyampaikan meski tindak lanjut sudah dilakukan dengan cepat, pihaknya tetap melakukan evaluasi guna mencegah insiden serupa terulang kembali.

“Selanjutnya, (hal ini) akan menjadi prosedur tetap dalam pola penanganan insiden serupa, termasuk jika terjadi pada situasi cuaca yang ekstrem dan daerah terpencil lainnya yang berisiko tinggi,” ujar Etik.

Lurah bersama tim monev Bulog.Dok. Bulog Lurah bersama tim monev Bulog.

Dalam kunjungannya tersebut, Etik bersama dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati juga menemui sejumlah warga penerima bantuan beras PPKM. Bahkan, ia meminta warga untuk memasak beras dari Bulog di tempat dan disaksikan banyak orang.

“Ini berasnya ibu, sudah dimasak silakan mencicipi. Enak rasanya, pulen,” kata Ipah, salah satu warga Kelurahan Pandeglang yang menerima Bantuan Beras PPKM.

Hal senada juga diakui warga lain, yaitu Titin. Ia juga mengharapkan bisa mendapatkan bantuan beras PPKM lagi untuk bulan-bulan berikutnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau