Advertorial

Pakai APD Lengkap, Wali Kota Eri Cahyadi Keliling Semangati Warga Isoman

Kompas.com - 11/08/2021, 10:42 WIB

KOMPAS.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan perhatian besar kepada warga yang terkena Covid-19. Terbaru, ia mendukung serta menyemangati warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di Rumah Sehat Tambaksari, Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), dan Hotel Asrama Haji (HAH).

Eri mengunjungi HAH bersamaan dengan jadwal senam warga yang diisolasi. Bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Eri datang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Setelah menyapa warga dan memberikan bingkisan kepada anak-anak yang menjalani isolasi, Eri pun bergabung mengikuti senam pagi. Bahkan, ia sempat memimpin gerakan senam dengan begitu luwes, meski menggunakan APD.

Sebelumnya, Wali Kota Eri bersama jajarannya juga sudah menyemangati warga yang isoman di Rumah Sehat Tambaksari dan RSLT Kedung Cowek.

Kunjungan tersebut dia lakukan demi menunjukkan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang bisa disembuhkan, terlebih jika ditangani dengan baik sejak awal.

“Saya juga ingin menunjukkan bahwa penderita Covid-19 tidak harus dijauhi atau dikucilkan. Covid-19 bisa cepat disembuhkan kalau ditangani sejak dini. Mereka justru harus di-support dan disemangati supaya cepat sembuh,” kata Wali Kota Eri dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/8/2021).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi Hotel Asrama HajiDok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi Hotel Asrama Haji

Setiap kali berkunjung ke tempat isolasi, Eri meminta warga yang melakukan isoman untuk selalu berpikir positif. Bahkan, ia juga meminta warga agar selalu bahagia.

Menurut Eri, perasaan bahagia akan meningkatkan imunitas tubuh. Dengan begitu, pasien dapat segera sembuh.

“Saya harap, saudara-saudara yang beragama Islam memperbanyak selawat. Saudara yang beragama lain, monggo diperbanyak doa sesuai kepercayaan masing-masing. Jangan pernah berpikir (hal) negatif. Harus diyakinkan bahwa saya pasti sehat, sehat, dan sehat. Insyaallah pikiran njenengan adalah obat untuk kesehatan,” ujar Eri.

Wali Kota Eri juga memastikan bahwa ia bersama seluruh warga Surabaya akan terus mendoakan warga yang saat ini tengah terpapar Covid-19 dan berjuang untuk sembuh. Eri juga meminta warga yang menjalani isoman untuk terus berdoa agar segera diberi kesembuhan.

“Saya juga berdoa semoga njenengan selalu diparingi sehat dan cepat sembuh. Gusti Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umat-Nya. Gusti Allah selalu bersama orang-orang yang sabar,” kata Wali Kota Eri mengutip sebuah ayat Al-Quran.

Selain itu, Eri juga meminta warga yang sudah selesai isoman dan bersiap pulang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal ini dilakukan agar pandemi Covid-19 di Kota Surabaya bisa segera berakhir.

“Saya titip pesan. Nanti kalau sudah pulang, tolong disampaikan kepada warga sekitar bahwa sekarang waktunya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jadi, tolong tetap jaga prokes saat keluar (rumah). Pakai masker supaya perekonomian di Surabaya bisa berjalan,” ujar Eri.

Sementara itu, Eri memastikan bahwa pihaknya akan kembali menggerakkan roda perekonomian ketika kasus Covid-19 di Kota Surabaya mulai melandai.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi imenyemangati warga yang menjalani isoman di Rumah Sehat Tambaksari. Dok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi imenyemangati warga yang menjalani isoman di Rumah Sehat Tambaksari.

Dia juga menargetkan bahwa setiap keluarga akan memiliki pendapatan minimal setara upah minimum kota (UMK) Surabaya, bahkan hingga sebesar Rp 7 juta.

“Ini tugas kita selanjutnya. Saya tidak ingin warga Surabaya tidak bahagia. Tolong bantu saya. Tolong sampaikan kepada warga sekitar. Ayo kita sehat bersama dan gerakkan perekonomian Surabaya. Sehat selalu Bapak Ibu,” kata dia.

Selain kepada warga isoman, Wali Kota Eri juga menyemangati para tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan dalam perawatan pasien Covid-19.

Menurut dia, para nakes merupakan pahlawan yang telah berjuang tanpa memikirkan dirinya sendiri.

“Insyaallah, dengan kebersamaan dan kekeluargaan ini, kita bisa terbebas dari Covid-19. Sekali lagi, terima kasih banyak para nakes. Terus semangat, ya!” ujar Eri.

Pada kesempatan tersebut, Yeni—salah satu warga yang sudah diperbolehkan pulang dari RSLT—menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri dan jajaran Pemkot Surabaya, terutama para nakes yang telah merawatnya di RSLT dengan sepenuh hati.

Yeni mengaku bahwa ia sebenarnya sudah putus asa ketika dibawa ke RSLT pada tengah malam. Pasalnya, saat itu, saturasi oksigen Yeni sudah sangat mengkhawatirkan.

“Saya bersyukur karena para nakes dan dokter sangat perhatian kepada saya. Sekarang saya sudah negatif (Covid-19), Pak. Ini semua berkat doa Bapak dan warga Surabaya. Saya bangga bisa dirawat di sini. Terima kasih banyak, Pak,” kata Yeni sambil sesenggukan menahan tangis.

Yeni juga merasa bersyukur karena selamat dari paparan Covid-19. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk selalu mematuhi prokes.

“Jangan bergerombol dan lepas masker. Jangan sampai ada yang kena (Covid-19) lagi,” imbuh Yeni.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau