Advertorial

Agar PJJ Online Tetap Optimal, Guru Perlu Mengetahui Kebutuhan dan Potensi Siswa

Kompas.com - 12/08/2021, 10:46 WIB

KOMPAS.com - Ungkapan “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat” terasa nyata di era digital saat ini.

Misalnya, saat sedang berkumpul dengan keluarga. Hampir setiap orang lebih asyik memainkan handphone daripada berbincang dengan anggota keluarga yang ada di sekitarnya. Di sisi lain, mereka pun sedang berkomunikasi dengan orang lain lewat media sosial.

Dengan berbagai fitur yang ditawarkan, teknologi digital pada dasarnya hadir untuk memudahkan aktivitas manusia. Sayangnya, kemudahan tersebut sering kali membuat penggunanya abai terhadap nilai-nilai sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, tiap orang perlu punya kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara tepat. Utamanya, para pelajar yang saat pandemi harus mengikuti proses belajar mengajar secara daring agar tetap berprestasi.

Merespons situasi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital menggelar webinar bertajuk “Tetap Berprestasi di Masa Pandemi: Kiat Belajar Online”, Kamis (5/8/2021).

Kemenkominfo menghadirkan sejumlah ahli dan profesional sebagai narasumber webinar tersebut, di antaranya dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus anggota Japelidi Zainuddin Muda Z Monggilo dan dosen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM sekaligus anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Novi Paramita Dewi.

Kemudian, Adjunct Professor Guangxi University for Nationalities Roy Darmawan, perwakilan Kaizen Room Ismita Saputri, serta aktor sekaligus filmmaker Qausar Harta Yudana.

Dalam pemaparannya, Zainuddin Muda Z Monggilo mengatakan bahwa kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidaklah cukup.

Menurut Zainuddin, hal itu harus diimbangi dengan upaya setiap individu dalam mengoptimalisasi teknologi untuk mendapatkan manfaat positif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Digital skills merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan peranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zainuddin dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (10/8/2021).

Zainuddin juga menjelaskan beberapa hambatan dalam proses belajar yang dilakukan secara daring di masa pandemi Covid-19.

Hambatan tersebut, antara lain, biaya, ketersediaan perangkat, infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik dan jaringan internet, serta tekanan fisik dan mental siswa.

Untuk itu, Zainuddin membagikan beberapa tips agar proses belajar secara daring tetap optimal.

“Terapkan kegiatan belajar dari rumah sebagai aktivitas bersama, jaga kesehatan fisik, selalu berpikir positif, dan kelola waktu dengan baik agar dapat dimanfaatkan dengan baik pula,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Qausar Harta Yudana menilai bahwa kegiatan belajar mengajar secara tatap muka lebih baik daripada secara online.

Ia beranggapan, sejak pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan di tengah pandemi Covid-19, guru tidak dapat melihat respons siswa lantaran mereka sering menonaktifkan fitur kamera.

“Literasi digital sangat penting, khususnya bagi generasi milenial karena banyak oknum membuat informasi yang seolah benar, padahal itu tidak benar. Oleh karena itu, mereka harus mampu memilah mana informasi yang negatif dan positif,” kata Qausar.

Sementara itu, untuk mendorong PJJ secara daring tetap efektif dan siswa tidak merasa bosan, Novi Paramita Dewi menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan kunci penting.

Novi memaparkan, di tengah pandemi Covid-19, hampir setiap orang cenderung aktif menggunakan gadget dan media sosial. Namun, keduanya belum tentu dioptimalkan untuk melakukan hal-hal positif.

“Pendidikan karakter sangat penting, mulai dari mengenal potensi sampai kolaborasi. Dalam hal ini, guru dan siswa harus sama-sama mengambil peran. Cobalah untuk masuk ke dunia si anak dan gali lebih dalam apa yang mereka sukai,” paparnya.

Untuk diketahui, webinar “Tetap Berprestasi di Masa Pandemi: Kiat Belajar Online” merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kota Jakarta Timur yang diselenggarakan Kemenkominfo.

Webinar tersebut terbuka bagi siapa pun yang punya rasa ingin tahu tentang dunia literasi digital.

Untuk itu, Kemenkominfo akan menggelar webinar berikutnya dan mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi pada webinar tersebut melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Gerakan Nasional Literasi Digital, Anda dapat mengikuti akun Instagram @siberkreasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau