Advertorial

Peringati Hari UMKM Nasional, Dirut BRI Ajak Pelaku UMKM Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Kompas.com - 14/08/2021, 19:24 WIB
Direktur Utama (Dirut) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso DOK. Humas Bank Rakyat IndonesiaDirektur Utama (Dirut) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso

KOMPAS.com – Bertepatan dengan Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nasional yang jatuh pada Kamis (12/8/2021), Direktur Utama (Dirut) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso mengajak pelaku UMKM menjadi lokomotif penggerak di tengah momentum kebangkitan ekonomi nasional.

Sunarso mengungkapkan, sinergi dengan UMKM merupakan kunci agar Indonesia dapat segera bangkit. Pandemi Covid-19 telah memberikan tantangan yang berat kepada UMKM.

“Oleh karena itu, mari kita saling berkolaborasi dan bersinergi, untuk membuat UMKM Indonesia mampu melampaui berbagai tantangan baik yang disebabkan pandemi, maupun tantangan lainnya, sehingga UMKM ke depan tidak hanya mampu tumbuh tapi juga semakin tangguh sehingga dapat bertumbuh berkelanjutan,” kata Sunarso.

BRI sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan UMKM selama pandemi, termasuk melakukan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 dengan nilai mencapai Rp 175,16 triliun hingga akhir Juni 2021.

Selain itu, hingga akhir Juni 2021, BRI juga terus menyalurkan kredit kepada segmen UMKM dengan nominal mencapai Rp 749 triliun atau setara dengan 80,62 persen total kredit BRI.

“Porsi kredit UMKM BRI tersebut akan terus ditingkatkan, dan BRI menargetkan angka ini akan tembus mencapai 85 persen pada 2025,” ungkap Sunarso, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Sabtu (14/8/2021).

Sunarso menambahkan, dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, BRI telah melakukan restrukturisasi kredit UMKM yang akumulasinya telah mencapai 231,5 triliun kepada lebih dari 3 juta nasabah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekitar Rp 50 triliun di antaranya telah pulih kembali. Sementara itu, yang benar-benar gagal hanya Rp 1,6 triliun.

“Terhadap kredit yang gagal tersebut, BRI telah mengelolanya dengan sangat hati-hati dengan memiliki cadangan lebih dari cukup sehingga tidak mengganggu kinerja BRI secara keseluruhan,” papar Sunarso.

Sunarso juga menjelaskan, peran BRI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyaluran kredit BRI di sektor pertanian telah mencapai sebesar Rp 117,5 triliun atau tumbuh 12,8 persen secara tahunan, dengan share 12,6 persen terhadap total kredit BRI.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan, khusus pembiayaan ekosistem beras dengan rice mill unit telah diberikan kepada 40.798 nasabah dengan total kredit sebesar Rp 4,1 triliun.

“Mari kita bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik ini, terutama menjaga keberlanjutan UMKM agar semakin tangguh, memiliki kemampuan untuk naik kelas, dan tumbuh secara sehat dan sustainable,” pungkasnya.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.