Advertorial

Dokter Reisa Ajak Masyarakat Rayakan HUT RI di Rumah Digital Indonesia

Kompas.com - 16/08/2021, 10:48 WIB

KOMPAS.com - Juru Bicara Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, kesehatan adalah kunci untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi tetap positif.

Pasalnya, kesehatan menjadi faktor utama dalam melindungi ekonomi rumah tangga sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Meski beberapa bidang sudah (mulai) dibuka, pertahankan kedisiplinan menaati protokol kesehatan (prokes) keluarga dan meminimalisasi mobilitas,” ujar dr Reisa dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/8/2021).

Dokter Reisa menegaskan, tidak ada wilayah yang bebas dari risiko penularan Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menentukan prioritas tujuan dengan penuh pertimbangan saat harus keluar rumah, terutama jika membawa anak-anak.

Kalau pun harus bepergian, lanjut dr Reisa, masyarakat diimbau tetap menaati prokes saat pulang ke rumah.

“Saya ingatkan kembali, bahwa sejak Oktober 2020, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) sudah menerbitkan panduang tentang prokes keluarga. Silakan kunjungi situs Kemen PPA dan unduh dokumennya di web Kemen PPA ini,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dr Reisa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Hari Kemerdekaan 2021 di Rumah Digital Indonesia (RDI).

Beragam fitur yang tersaji di RDI bisa dinikmati masyarakat untuk menyemarakkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan mengaksesnya dari rumah.

“Mulai dari interaksi virtual sesama pengunjung, menonton berbagai konten hiburan seni dan budaya, literasi digital, hingga belanja produk lokal,” paparnya.

Bahkan, menurut dr Reisa, di RDI masyarakat juga bisa mengikuti lomba dan permainan tradisional khas 17-an, dengan siapa pun dan dari mana pun.

Dokter Reisa menjelaskan, RDI merupakan kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM).

Tak hanya itu, ada pula Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Adapun puncak perayaan hari kemerdekaan melalui RDI akan berlangsung pada 16 Agustus 2021 pukul 19.00 WIB melalui laman rumahdigitalindonesia.id//visit dan https://www.rumahdigitalindonesia.id/.

“Jadilah anak bangsa yang membanggakan dan memberi teladan, termasuk dengan menghindari menyelenggarakan perayaan hari kemerdekaan secara terbuka dan mengundang kerumunan. Kurangi risiko penularan Covid-19 dengan cara merayakan kemerdekaan di rumah secara digital,” katanya.

Dokter Reisa menambahkan, bagi Anda yang ingin mengikuti upacara kemerdekaan secara virtual bersama Presiden Jokowi dan menyaksikan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) beraksi, bisa mendaftarkan diri ke https://pandang.istanapresiden.go.id/registrasi//.

Dengan demikian, masyarakat dapat menyaksikan upacara tersebut, baik upacara peringatan detik-detik proklamasi pada pukul 08.00 WIB atau upacara penurunan bendera pukul 14.30 WIB.

“Jadi, seluruh masyarakat tetap bisa merayakan tujuh belas agustusan dengan aman bersama orang-orang tercinta di rumah. Demi Indonesia, kita pasti bisa. Selamat menyongsong hari merdeka,” kata dr Reisa.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau