Advertorial

Layani Konsumen Internasional, PIS Buktikan Eksistensi sebagai Perusahaan Global

Kompas.com - 17/08/2021, 10:37 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) menunjukkan perkembangan bisnis yang eksponensial di tataran internasional.

Subholding Shipping Pertamina tersebut mampu memperluas pangsa pasar ke konsumen internasional. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan armada kapal milik PIS yang berlayar dan berlabuh di luar negeri.

Armada kapal PIS tersebut adalah MT Gamsunoro, MT Sanggau, MT Gede, MT Galunggung, MT Gamkonora, MT Gunung Geulis, MT Gamalama, dan MT Panderman.

Armada-armada itu sebelumnya diutilisasi untuk keperluan dalam negeri atau domestik. Sekarang, kapal-kapal tersebut berhasil dialihkan untuk melayani keperluan international trading.

Kapal-kapal tersebut melengkapi armada kapal PIS yang memang diperuntukkan di pasar internasional, seperti VLCC Pride, Prime, dan Pioneer. Ada juga VLGC PG I dan PG II yang juga berhasil memperoleh Certificate of Compliance dari United States of America Coast Guard (USCG).

Keberhasilan armada kapal tersebut menunjukkan kemampuan PIS sebagai Subholding Shipping Pertamina dalam melakukan pengelolaan kapal di kancah internasional. Keberhasilan itu juga merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan ambisi untuk menjadi perusahaan logistik kemaritiman terintegrasi dan terkemuka di Asia.

Direktur Armada PIS I Putu Puja Astawa menyampaikan rasa bangga usai melihat beberapa kapal dari PIS berhasil bersandar di pelabuhan luar negeri dan mendapatkan sertifikasi berskala internasional.

“Hal ini membuktikan bahwa kapal PIS memiliki performa yang baik,” ujar Puja dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (17/8/2021).

Selain VLCC, berikut kapal-kapal milik PIS yang sudah diutilisasi untuk keperluan pasar internasional.

Pertama, Kapal MT Gede yang melakukan loading perdana di Sikka Ports & Terminal Limited India. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu kapal berbendera Indonesia yang pertama berlabuh di pelabuhan internasional Sikka, India.

Kedua, VLGC Pertamina Gas 1 dan 2 (PG 1 & PG 2) berlabuh di LPG Export Terminal Phillips 66 di Freeport, Texas, Amerika Serikat.

Ketiga, Pertamina International Shipping Pte Ltd (PISPL), anak perusahaan PIS, dengan MT Sanggau berhasil menjalin kerja sama dengan Petronas group, yaitu Petco Trading Labuan Company Limited (PTLCL) secara time charter.

Keempat, Very Large Crude Carrier (VLCC) Pride dan Prime yang diresmikan di awal 2021 dengan kapasitas 2 juta barrel sudah rutin berlabuh di terminal Saudi Aramco.

Puja menambahkan, kapal-kapal yang berhasil bersandar di pelabuhan luar negeri dan kerja sama yang terjalin antara PIS dan perusahaan luar negeri dalam menyewakan kapal, baik secara time charter maupun voyage charter, merupakan upaya nyata dari PIS untuk menjadi yang terdepan di bisnis marine dan logistik.

“Hal tersebut juga bagian dari upaya mewujudkan ketersediaan dan keberlanjutan energi di dalam negeri serta kemampuan bersaing dan menguasai pasar internasional,” tutur Puja.

Berikut daftar kapal PIS yang berhasil berlabuh di luar negeri

  1. Kapal Port.
  2. MT Sanggau berlabuh di Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
  3. MT Gamkonora berlabuh di Singapura dan China.
  4. MT Gamsunoro berlabuh di Singapura dan China.
  5. MT Gunung Geulis berlabuh di Singapura dan
  6. MT Gamalama berlabuh di Malaysia.
  7. MT Panderman berlabuh di Malaysia.
  8. Pertamina Pride Rastanura berlabuh di Arab Saudi.
  9. Pertamina Prime Rastanura berlabuh di Arab Saudi.
  10. Pertamina Gas 2 berlabuh di Arab Saudi, Qatar, dan Freeport, Amerika Serikat.
  11. Pertamina Gas 1 berlabuh di Freeport, AS.
  12. MT Gede berlabuh di India.
  13. MT Galunggung berlabuh di India.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau