Advertorial

Momen HUT ke-76 RI, Pertamina Bor Sumur Keenam di Blok Rokan

Kompas.com - 17/08/2021, 16:47 WIB

KOMPAS.com – Usai seminggu pasca alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan pada Senin (9/8/2021), PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) langsung tancap gas melakukan tajak sumur keenam, yakni sumur Duri #3R-52B menggunakan Rig ACS-19.

Aktivitas itu dilakukan tepat sehari sebelum peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia, tepatnya Senin (16/8/2021). Adapun hal ini dilakukan sebagai salah satu perwujudan program kerja PHR yang masif dan agresif untuk menjaga tingkat produksi di WK Rokan.

"Saya melihat langsung pekerjaan yang dilakukan di lapangan. Semua (tim) bekerja keras, mulai dari masa transisi hingga pasca alih kelola ini,” ujar Direktur Utama (Dirut) PHR Jaffee Arizon Suardin lewat rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (17/8/2021).

Karena semangat itu, kata Jaffe, ada pekerjaan persiapan rig yang biasanya selesai dalam enam hari, bahkan bisa diselesaikan oleh mereka dalam toga hari saja.

Sebagai informasi, PHR telah melakukan tajak lima sumur sejak alih kelola itu. Rinciannya, takaj Sumur Bangko-344 P03reg5 menggunakan Rig BN-18 dilakukan pada Selasa (10/8/2021), sumur Duri P_3R33E menggunakan Rig ACS-19 pada Rabu (11/8/2021), dan sumur Duri 3K-49C menggunakan Rig APS-3511 pada Jumat (13/8/2021).

Lalu, dua sumur terakhir adalah sumur Duri 8M-75B menggunakan Rig ACS-20 dan sumur Bekasap #161 - BK21_P01 menggunakan Rig PDSI 52.2 dilakukan pada Minggu (15/8/2021).

Jaffee menambahkan, saat ini sebanyak 25 lokasi telah berstatus siap untuk dibor atau dikenal dengan istilah ready for drilling (RFD).

Adapun PHR menargetkan pengeboran 161 sumur baru hingga akhir 2021. Pihak PHR menurutkan bahwa target dan kerja keras merupakan bagian dari upaya pencapaian target produksi minyak yang dicanangkan pemerintah pusat, yakni 1 juta barrel oil per day (BOPD) pada 2030. 

Perlu dikerahui, WK Rokan merupakan salah satu blok yang dijadikan sebagai tulang punggung utama dalam pencapaian target tersebut.

"PHR berkomitmen untuk mendukung pencapaian target pemerintah pusat tersebut. Prioritas utama PHR saat ini adalah pengeboran. Kami akan berusaha habis-habisan untuk mencapai target tersebut," tegas Jaffee.

Saat ini, PHR mengoperasikan 10 rig yang secara bertahap akan terus bertambah menjadi 16 rig hingga Oktober 2021.

Untuk menjalankan program pengeboran yang selamat, andal, dan efisien, PHR memfokuskan pada tiga hal, yakni penerapan program keselamatan (safety) secara konsisten, pengalihfungsian dua rig workover (350 HP) menjadi rig pengeboran (drilling rig), dan pencapaian kinerja unggul dan efisien melalui program Lean Sigma.

Sejak hari Jumat, Dirut PHR mulai mengunjungi lokasi-lokasi pengeboran untuk menyapa dan menyemangati para pekerja di lapangan. Rencananya, kunjungan akan dilakukan ke sejumlah lokasi pengeboran di Bengkalis dan Rokan Hilir hingga pekan depan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau