Advertorial

Hadir di Kelas Perdana MKKD, Iqbal Ramadhan Jelaskan Pentingnya Literasi Digital

Kompas.com - 21/08/2021, 14:02 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia (RI) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi dan Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi meluncurkan kegiatan Mata Kuliah Kecerdasan Digital (MMKD) 2021, Jumat (20/8/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual tersebut turut dihadiri artis sekaligus musisi Tanah Air, Iqbal Ramadhan yang merupakan perwakilan dari Talenta Digital Indonesia.

Kehadiran Iqbal mampu meningkatkan antusiasme para peserta web seminar (webinar) di kegiatan tersebut .

Iqbal mampu menginspirasi para peserta webinar melalui pemaparannya tentang pentingnya makna literasi di era digital saat ini.

Ia mengatakan, literasi digital menjadi hal yang sangat penting karena saat ini hampir sebagian besar masyarakat memiliki akses terhadap teknologi digital.

“Meski begitu, tidak semua orang dapat menginternalisasikannya secara maksimal,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/8/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel A Pangerapan mengatakan, pemberian edukasi literasi digital kepada masyarakat Indonesia saat ini sudah gencar dijalankan.

Upaya tersebut telah dilakukan Kemenkominfo bersama GNLD Siberkreasi dengan meluncurkan empat pilar kurikulum literasi digital yang terdiri dari digital skill (kecakapan digital), digital culture (budaya digital), digital ethics (etika digital), dan digital safety (keamanan digital). 

“Mengingat literasi digital penting bagi masyarakat, Kemenkominfo berupaya untuk terus memberikan edukasi secara gratis melalui berbagai program kegiatan. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan literasi digital,” jelas Semuel.

Adapun kelas perdana MMKD 2021 dihadiri lebih dari 12.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Semuel menambahkan, kelas tersebut berhasil diselenggarakan berkat dukungan berbagai pihak, seperti akademisi multidisiplin UGM dan DRC Campus Fryslan the University of Groningen,

Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga didukung oleh praktisi ahli dari perusahaan teknologi nasional maupun global, seperti AINO, Huawei, dan Progate.

Adapun seri MKKD dilaksanakan dengan menggandeng beberapa mitra kolaborator, seperti Facebook, Google, Iykra, Bukalapak, LINE, dan Jaringan Peneliti Indonesia (Japelidi).

Semuel mengatakan, kegiatan tersebut dapat dihadiri oleh seluruh mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia ataupun peserta umum dari berbagai latar belakang.

Kegiatan MMKD, kata dia, diharapkan mampu membuat masyarakat Indonesia, khususnya para pelajar, dapat mengembangkan kemampuan digital, termasuk mengenai digital mindset.

Menurutnya, literasi digital menjadi hal penting untuk mendukung upaya transformasi digital Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM).

The future is now, Indonesia maju mulai dari kalian. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai literasi digital,” kata Semuel.

Sebagai informasi, demi mengedukasi masyarakat agar #MakinCakapDigital, Kemenkominfo dan Siberkreasi memiliki rangkaian kegiatan mengenai literasi digital.

Bagi yang ingin bergabung dan mengikuti kegiatan bermanfaat lainnya, silakan ikuti akun media sosial @siberkreasi atau kunjungi situs web info.siberkreasi.id.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau