Advertorial

Sinergi Guru dan Orangtua Optimalkan Kegiatan Belajar Daring Anak

Kompas.com - 23/08/2021, 13:54 WIB

KOMPAS.com – Di tengah pandemi Covid-19, pembelajaran daring menjadi solusi dan inovasi bagi dunia pendidikan. Namun, jaringan internet yang tidak merata membuat metode belajar tersebut belum sepenuhnya terimplementasi dengan baik.

Belum lagi, masih banyak orangtua yang tidak dapat mendampingi anak saat mengikuti pembelajaran daring karena kesibukan domestik dan pekerjaan.

Bila hambatan-hambatan tersebut tidak segera diatasi, anak-anak terancam mengalami penurunan capaian belajar, bahkan putus sekolah.

Masalah tak sampai di situ saja, aktivitas daring juga mengancam kemampuan komunikasi dan sosialisasi anak.

Menurut Dosen Universitas Sriwijaya sekaligus anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Anang Dwi Santoso, kebiasaan daring bisa membuat anak kehilangan cara berkenalan dengan orang lain. Mereka pun tak jarang kesulitan berinteraksi di dunia nyata

Hal itu disampaikan dalam webinar bertajuk “Saatnya Peserta Didik dan Guru Terampil Belajar Daring (Online)” yang digelar pada Senin (16/8/2021).

Guna mengatasi efek tersebut, Anang mengimbau, orangtua wajib berperan aktif dalam aktivitas daring anak.

“Untuk mengatasi semua itu, kembali lagi kepada orangtua. Hal yang dapat dilakukan orangtua adalah mengikuti forum didik antarguru dan orangtua. Pasalnya, peran orangtua dan guru adalah untuk memfasilitasi perkembangan anak,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (20/8/2021).

Hal senada turut disampaikan 2nd Runner Up The New L-Men of The Year Fadhil Achyari. Ia mengatakan, orangtua sudah seharusnya berpartisipasi dalam kegiatan belajar anak, termasuk yang dilakukan secara daring.

“Oleh karena itu, (orangtua) penting untuk memahami soal digitalisasi di era sekarang. Dengan begitu, orangtua bisa membantu proses pendidikan secara umum,” kata Fadhil.

Selain itu, Fadhil melanjutkan, para penyelenggara dan tenaga pendidik harus melek digital. Mereka harus bisa mengoperasikan perangkat lunak maupun keras sehingga proses belajar-mengajar daring dapat berjalan dengan lancar.

Di sisi lain, tutor Kaizen Room Aidil Wicaksono menilai bahwa esensi kehadiran dunia digital adalah kreativitas, kolaborasi, dan kritis. Belajar daring membuat pola dan kehidupan yang baru. Dengan adanya teknologi digital, proses belajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja.

“Ingat, belajar itu harus menyenangkan. Tidak ada keterpaksaan, tetapi harus ada keinginan. Setiap orang harus sadar bahwa siapa pun bisa mendapatkan peluang di media digital,” ujarnya.

Aidil melanjutkan, perkembangan teknologi digital membuat banyak platform online yang membantu aktivitas bermunculan. Meski begitu, ia berpesan, media digital harus digunakan dengan bertanggung jawab.

Sepakat dengan Aidil, Fadhil menambahkan, pembelajaran soal literasi digital dapat menjadi pembelajaran sekunder dalam rangka mengembangkan kapasitas yang ada pada diri sendiri.

Sebagai informasi, webinar bertajuk “Saatnya Peserta Didik dan Guru Terampil Belajar Daring (Online)” merupakan salah satu rangkaian webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) serta Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital.

Acara yang terselenggara di DKI Jakarta itu merupakan upaya Kemenkominfo dalam menyosialisasikan Seri Modul Literasi Digital sebagai bagian dari program Literasi Digital Nasional yang diinisiasi pemerintah.

Terdapat empat tema besar yang dibahas dalam Seri Modul Literasi Digital, yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital.

Webinar Indonesia #MakinCakapDigital ditargetkan menyerap 12,5 juta partisipan. Karena itu, Kemenkominfo mengharapkan seluruh elemen masyarakat mau berpartisipasi dalam acara tersebut. Dengan begitu, literasi digital dapat terwujud di Indonesia. 

Sebagai informasi, kegiatan tersebut terbuka untuk umum. Jadi, bagi siapa saja yang ingin memahami literasi digital dapat mengikuti acara tersebut melalui akun Instagram @siberkreasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau