Advertorial

BukuKas Ingatkan Pentingnya Sejarah bagi Suatu Bangsa lewat Ilustrasi

Kompas.com - 23/08/2021, 19:51 WIB

KOMPAS.com – Aplikasi pembukuan digital yang membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam mengelola bisnis, BukuKas, mengajak masyarakat untuk mengenang peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Bekerja sama dengan Historika Indonesia (Historika), upaya tersebut dituangkan ke dalam ilustrasi yang menghadirkan cuplikan sejarah dari peristiwa proklamasi. Gambar tersebut kemudian diunggah di akun Instagram @bukukas_id.

Adapun catatan dan ilustrasi mengenai peristiwa proklamasi dari BukuKas dan Historika Indonesia dibuat berdasarkan sumber tepercaya yang dapat dipertanggungjawabkan validitasnya.

Upaya BukuKas tersebut bertujuan agar masyarakat Indonesia dan pelaku UMKM tidak melupakan pentingnya mencatat sejarah bangsa Indonesia.

Vice President and Head of Growth for UMKM Tri Sukma Anreianno mengatakan, penulisan sejarah yang akurat berperan penting dalam membentuk masa depan suatu bangsa.

 “Kami menyajikan fakta sejarah yang merinci peristiwa tersebut. Mencatat sejarah Indonesia juga sejalan dengan tujuan mulia BukuKas, yakni dengan membantu UMKM mencatat keuangan usaha agar dapat diberdayakan. Dengan begitu, mereka bisa mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan,” ujar Tri dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (23/8/2021).

Sementara itu, Executive Director of the Historika Indonesia Abdul Basyith mengatakan, setelah hari kemerdekaan, terdapat berbagai peristiwa krusial yang menarik untuk diketahui masyarakat.

Misalnya, lanjut Abdul, pada 18 Agustus 1945, Bung Karno bersama sekelompok pemuda terbaik bangsa duduk bersama di Gedung Chuo Sangi-In yang saat ini bernama Gedung Pancasila.

“Silakan lihat postingan di Instagram (BukuKas). Bung Karno sebagai pendiri bangsa merupakan orang yang cermat dalam memilih mitra untuk membahas pembentukan sistem pemerintahan Indonesia. Diskusi tersebut memuncak di berbagai organisasi pemerintahan, seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan kementerian di berbagai bidang,” jelas Abdul.

Serupa prinsip dengan pencatatan sejarah, Tri mengatakan, pencatatan keuangan juga perlu dilakukan secara teliti dan akurat.

“Ini sangat penting karena pembukuan keuangan yang akurat dapat menentukan masa depan bisnis. Pembukuan yang baik diperlukan untuk membantu bisnis berkembang dengan cepat. Jadi, mulai catat keuangan bisnis lewat BukuKas agar bisa mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan yang lebih baik,” kata Tri.

Pelaku UMKM yang menggunakan aplikasi BukuKasDok. BukuKas Pelaku UMKM yang menggunakan aplikasi BukuKas

Karena itu, BukuKas memiliki komitmen besar dalam membantu pelaku UMKM menjadi lebih baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BukuKas secara rutin mengedukasi pelaku UMKM akan pentingnya pembukuan keuangan. Mereka juga diberikan solusi lewat keberadaan aplikasi BukuKas yang dapat mempermudah kegiatan pembukuan, mulai dari laporan transaksi hingga laporan keuangan.

Dengan menggunakan aplikasi BukuKas, para pelaku UMKM dapat melakukan pembukuan secara sederhana, praktis, dan cepat lantaran tercatat secara otomatis. Catatan bisnis yang dihasilkan pun menjadi lebih akurat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau