Advertorial

Dorong Pemulihan Ekonomi, Pemkab Kediri Bagikan Bantuan untuk Para Petani

Kompas.com - 24/08/2021, 10:09 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri tengah gencar membagikan bantuan demi pemulihan ekonomi.

Salah satunya adalah pemberian bantuan pada sektor pertanian di Kabupaten Kediri yang menjadi sorotan pemerintahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Bupati muda yang akrab disapa Mas Bup tampak hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. Ratusan bantuan berupa alat dan mesin pertanian dibagikan kepada ribuan kelompok petani yang tersebar di Kabupaten Kediri.

Secara simbolis, bantuan untuk para kelompok petani diberikan oleh Mas Bup. Bantuan ini berupa traktor roda empat, alat pengolah pupuk organik (APPO), pompa submersible, dan pompa air.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Lapangan Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Senin (23/8/2021) sore.

Mas Bup mengatakan, bantuan dari Pemkab Kediri sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Dalam pemulihan ekonomi nasional, Presiden meminta untuk setiap pemerintah daerah, baik kabupaten dan kota, untuk segera mencairkan dana-dana yang sifatnya bantuan.

“Pasalnya, hal itu sangat-sangat dibutuhkan di masyarakat,” jelas Mas Bup seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (24/8/2021).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengecek bantuan pertanian. Dok. Pemkab Kediri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengecek bantuan pertanian.

Mas Bup menyebutkan, Kabupaten Kediri memiliki banyak embrio petani yang sangat potensial untuk dikembangkan. Misalnya saja di Desa Sekar Putih, Semen.

Petani di desa tersebut sadar akan pertanian organik. Hanya saja, kata Mas Bup, mereka perlu mendapatkan sentuhan lagi dari pemerintah supaya bisa mandiri.

“Karena pertanian organik ini bisa dikatakan susah-susah gampang. Tergantung passion atau tidak dari petaninya tersebut,” terang Mas Bup.

Selain pertanian organik dari Desa Sekar Putih, tambah Mas Bup, dari lereng Gunung Wilis, tepatnya Desa Jugo, Kecamatan Mojo, juga punya ikon kopi. Daerah tersebut memiliki potensi kopi arabika yang ditargetkan tiga tahun mendatang bisa masuk pasar ekspor.

“Ya, nanti kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Itu targetnya tiga tahun kami akan melakukan ekspor kopi ke luar negeri,” tambah Mas Bup.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Kediri sudah menurunkan tim untuk mengembangkan kopi arabika di Desa Jugo.

“Kami sudah menurunkan tim ke sana untuk mengecek kondisi kesuburan tanah dan peta update tanah,” jelas Mas Bup.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau