Advertorial

Menteri BUMN Apresiasi Semangat Belajar Perempuan Pengusaha Nasabah PNM

Kompas.com - 30/08/2021, 20:46 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir berinteraksi dengan kelompok nasabah ultramikro (UMi) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero). DOK. BRIMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir berinteraksi dengan kelompok nasabah ultramikro (UMi) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menyambangi kelompok nasabah ultramikro (UMi) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di Desa Guwa Lor, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Minggu (29/8/2021).

Para ibu nasabah PNM tersebut merupakan bagian dari kelompok usaha Mekaar (Membina Keluarga Sejahtera).

Dalam kunjungan tersebut, Erick Tohir didampingi oleh Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi dan Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso.

Pada kesempatan tersebut, Erick memberi apresiasi untuk perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam kelompok nasabah ultra mikro PNM. Pasalnya, mereka memiliki semangat untuk belajar dan menambah ilmu demi meningkatkan penghasilannya.

Tak hanya itu, mereka yang juga menjadi tulang punggung keluarga aktif dalam memaksimalkan akses permodalan dari BUMN untuk menambah produktivitas.

“Ada dua hal yang saya kagumi dalam kunjungan ke ibu-ibu nasabah PNM kali ini. Pertama, usaha keras ibu-ibu pelaku usaha ultramikro untuk mau belajar sehingga memiliki literasi di aspek digital. Ibu-ibu sudah mulai mengenal platform online untuk memasarkan barang dagangannya,” ujar Erick menurut keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (30/8/2021).

Selain itu, Erick juga mengapresiasi kolaborasi PT PNM dengan PT Bank Rakyat Indonesia, (Persero) Tbk (BRI). Sebagai informasi, dua BUMN tersebut bersinergi untuk melayani pendanaan bagi pelaku sektor ekonomi mikro, kecil, dan menengah agar bangkit di tengah pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kunjungan tersebut, Menteri BUMN menyaksikan kegiatan penyuluhan dan pelatihan nasabah Mekaar yang diinisiasi PT PNM dan BRI. Pelatihan yang diberikan pada saat itu terkait online marketing.

Para ibu pelaku UMKM juga diajari cara membuat display produk yang menarik dan melakukan penjualan produk melalui marketplace PaDi.

Erick mengatakan, upaya PNM dan BRI dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan online marketing dapat menjadi solusi bagi kaum perempuan dalam membuat ekonomi berputar di masa pandemi.

“Hal itu juga akan mendorong dam memotivasi mereka untuk berani menghadapi perubahan di era digitalisasi," tambah Erick.

Saat ini, di Jawa Barat tercatat ada lebih dari 7.100 kelompok Mekaar dengan nasabah mencapai 138.000 orang. Adapun total pembiayaan yang telah disalurkan oleh PNM kepada kelompok Mekaar tersebut sebesar Rp 1,22 triliun.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara langsung menyinggung kinerja PNM Mekaar yang sangat optimal dalam pemberdayaan usaha wong cilik. Hal itu dibeberkan Presiden Jokowi saat mengungkapkan tiga strategi besar menjaga pertumbuhan perekonomian ke depan di tengah pandemi.

Pengembangan dan pemberdayaan pelaku UMKM dan UMi melalui digitalisasi menjadi salah satu dari tiga strategi tersebut.

Materi pengajaran dalam penyuluhan kelompok usaha Mekaar (Membina Keluarga Sejahtera). DOK. BRI Materi pengajaran dalam penyuluhan kelompok usaha Mekaar (Membina Keluarga Sejahtera).

Ke depan, kemampuan PNM dalam melayani pelaku usaha yang masuk dalam kategori the bottom of pyramid ini diyakini akan semakin kokoh. Sebab, pasca Holding Ultra Mikro terbentuk, pertumbuhan bisnis dan pemberdayaan sektor UMi akan makin masif.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan bahwa BRI memiliki aspirasi untuk mengembangkan segmen UMi melalui holding tersebut.

Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah meningkatkan peran BUMN sebagai agen pencipta nilai dan pembangunan pada sektor UMKM dan UMi. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional akan terdorong.

Sunarso mengatakan, melalui Holding Ultra Mikro dan sinergi antara BUMN, pengusaha UMi dapat memperoleh layanan keuangan lengkap dan terintegrasi dalam satu ekosistem.

"Artinya, layanannya dapat end to end sehingga proses pertumbuhan atau peningkatan kapabilitas nasabah ultramikro pun dapat lebih dimonitor dengan baik. Dengan begitu, kami dapat melayani dengan lebih efektif dan efisien,” kata Sunarso.

Lebih lanjut ia mengatakan, Holding Ultra Mikro tidak hanya akan memberi pertumbuhan berkelanjutan bagi BRI, Pegadaian, dan PNM yang tergabung di dalamnya.

Pengusaha segmen UMi juga akan diuntungkan dengan bunga pembiayaan yang lebih rendah. Kemudian, pengusaha dapat memperoleh solusi keuangan yang lebih lengkap dan bisa cepat naik kelas.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.