Advertorial

Kesempatan buat Pengusaha Start-Up, Korea-ASEAN Business Model Competition 2021 Kembali Dibuka!

Kompas.com - 31/08/2021, 18:33 WIB
Korea-ASEAN Business Model Competition mengusung tema ?2nd KOREA ? ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs?. DOK. GREEN BUSINESS CENTERKorea-ASEAN Business Model Competition mengusung tema ?2nd KOREA ? ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs?.

KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melalui Ministry of SMEs and Startups Republic of Korea (MSS) bersama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia (RI) mengadakan Korea-ASEAN Business Model Competition untuk kali kedua.

Acara yang mengusung tema “2nd KOREA – ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs” tersebut merupakan salah satu upaya kedua negara dalam mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs).

Selain itu, acara tersebut juga mendukung start-up, baik yang berada di Korsel maupun negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), untuk memperluas usaha dan berkontribusi menyebarluaskan program SDGs pada bisnis mereka.

Kompetisi itu juga memberikan peluang untuk meningkatkan bisnis dan jaringan investor pada perusahaan yang bergerak di sektor ekonomi digital guna mendukung keseluruhan 17 tujuan SDGs, baik itu di Indonesia, Korea, maupun negara ASEAN lainnya.

Adapun penyelenggara membuka pendaftaran pada 1-30 September 2021 dengan menargetkan 200 peserta dari berbagai perusahaan di wilayah ASEAN dan Korsel.

Korea-ASEAN Business Model Competition mengusung tema ?2nd KOREA ? ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs?. DOK. GREEN BUSINESS CENTER Korea-ASEAN Business Model Competition mengusung tema ?2nd KOREA ? ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs?.

Perlu diketahui, perusahaan yang ingin mendaftar harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni terdaftar secara hukum dan telah berdiri selama maksimum lima tahun.

Seperti tahun sebelumnya, peserta akan melewati tiga tahap proses seleksi. Pertama, penyaringan dokumen. Pada tahap ini, penyelenggara akan memilih paling banyak 30 peserta yang dinilai memiliki potensi bisnis serta dapat menjalankan program SDGs dengan baik.

Selanjutnya, 30 peserta tersebut akan diseleksi kembali menjadi 10 besar dengan sistem online. Setelah 10 besar peserta terpilih, mereka akan mendapatkan kesempatan mentoring session.

Kemudian, seleksi terakhir yang akan dilewati peserta adalah tahap evaluasi bisnis yang dilakukan oleh para juri pada demo day. Adapun demo day merupakan puncak acara penilaian melalui pitching business model oleh 10 peserta terpilih. Penentuan pemenang juga akan dilakukan pada hari yang sama.

Sebagai informasi, peserta terbaik atau pemenang pertama akan mendapatkan uang tunai sebesar 3.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 42 juta. Kemudian, pemenang kedua mendapatkan 1.500 dollar AS (Rp 21 juta) dan pemenang ketiga akan mendapatkan hadiah sebesar 1.000 dollar AS (Rp 14 juta).

Selain itu, akan ada hadiah sebesar 500 dollar AS atau Rp 7 juta yang akan diberikan kepada pemenang special category digital economy dan SDGs pada kompetisi tersebut.

Nantinya, mereka yang terpilih sebagai 10 besar juga akan mendapatkan keuntungan lain berupa sertifikat dari Kemenkop UKM, kesempatan menggunakan co-working space di Green Business Center (GBC) dan Shinhan Future’s Lab (SHL), serta jaringan modal usaha.

Sesuai dengan tema, kompetisi tersebut diharapkan dapat memberikan inovasi baru pada ekonomi digital yang berpengaruh pada program SDGs. Kompetisi ini juga bisa menjadi motivasi bagi mereka yang baru memulai bisnis, khususnya di bidang ekonomi digital.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kompetisi tersebut, kunjungi linktr.ee/rokasean.bmc2021 atau hubungi nomor +62-0822-1035-2130 (atas nama Diah) dan emailrokasean.bmc2021@gmail.com.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.