Advertorial

OSKM ITB 2021 Hadirkan Gelar Wicara Inspirasi dan Berkontribusi untuk Negeri

Kompas.com - 01/09/2021, 16:16 WIB
Ilustrasi pelaksanaan OSKM ITB 2021. DOK. Marcomm Kompas.comIlustrasi pelaksanaan OSKM ITB 2021.

KOMPAS.com - Guna menyambut 4.500 mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun ajaran 2021/2022, panitia mengadakan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) selama empat hari, yakni 17, 20, 21, dan 22 Agustus 2021.

Ketua OSKM ITB 2021 M Fadly Hidayat mengatakan, OSKM ITB memiliki visi sebagai ruang inspirasi bernavigasi budaya dalam mewujudkan kesadaran berkontribusi untuk Indonesia. Menurutnya, konteks budaya pada visi tersebut tidak terbatas pada tontonan, tetapi juga tuntunan dan tatanan.

Pada hakikatnya, lanjut Fadly, pendidikan tidak bisa lepas dari kebudayaan. Karenanya, OSKM ITB 2021 membawa konsep pendidikan yang kontekstual, yaitu pendidikan yang tidak mencabut seseorang dari akarnya dan menumbuhkannya di tempat yang baru.

“Pendidikan harus mampu menumbuhkan seseorang di lingkungan bersama dengan lingkungannya,” ujar Fadly dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/8/2021).

Fadly menjelaskan rangkaian acara OSKM ITB 2021 akan diisi dengan gelar wicara atau talk show dengan pembicara dari alumnus dan luar ITB. Adapun topik yang dibahas sesuai narasi besar OSKM ITB 2021, yaitu kebudayaan, inspirasi, dan kontribusi untuk negeri. 

Fadly menjelaskan, gelar wicara pertama diadakan pada hari kedua OSKM ITB 2021 dengan menghadirkan Saur Marlina Manurung atau biasa dipanggil Butet Manurung sebagai narasumber dengan tema “pendidikan yang berkebudayaan”.

“Tujuan gelaran gelar wicara ini adalah untuk membuka pandangan mahasiswa baru ITB 2021 terhadap realitas pendidikan di Indonesia yang masih diseragamkan melalui pendidikan formal,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada gelar wicara pertama, Butet membicarakan berbagai cerita menarik selama menggeluti aktivitas sekolah nonformal, mulai dari orang rimba, masyarakat adat, asal usul Sokola Institute, budaya yang tidak terpisahkan dari pendidikan, sampai pengalaman dikejar beruang. Menurutnya, pengetahuan yang dimiliki masyarakat adat sangat berharga dalam melindungi kekayaan bumi.

“Masyarakat adat bukanlah entitas kosong,” kata Butet dalam gelar wicara yang diselenggarakan secara daring itu.

Butet mengatakan, salah satu syarat untuk menjadi relawan yang bersentuhan dengan masyarakat adat adalah sifat rendah hati. Hal ini akan membuat seseorang menghargai pengetahuan orang lain dan menempatkan diri untuk tetap membumi saat mendapati informasi yang masih asing baginya.

Menurut Butet, definisi bodoh atau pintar itu relatif, tergantung tempat seseorang berada. Ia mencontohkan, bila dirinya berada di hutan rimba, masyarakat adat diibaratkan menjadi profesor di lokasinya masing-masing.

“Mempertimbangkan hal tersebut, seharusnya kurikulum tidak boleh seragam karena kita ini beragam,” ujar pendiri dan direktur dari Sokola Institute ini.

Hingga saat ini, tayangan YouTube OSKM ITB 2021 yang menghadirkan Butet telah ditonton lebih dari 18.000 orang.

Setelah mengenal kondisi sekitar melalui sesi talk show dan mentoring, mahasiswa baru ITB kembali menonton gelar wicara. Gelar wicara ini mengulas tema kebebasan serta tanggung jawab dengan narasumber Jehian P Sijabat.

Jehian yang telah berpengalaman dalam industri kreatif, digital, dan media membagikan pandangan mengenai pentingnya bertanggung jawab atas kebebasan individu, konsekuensi, dan aspek-aspek yang harus dipertimbangkan seseorang dalam menggunakan kebebasannya.

“Apa pun yang kalian lakukan sekarang, efeknya bisa sampai ke orang. Bahkan, ke generasi yang sekarang belum ada,” kata Jehian.

Jehian mengatakan bahwa saat seseorang menyampaikan pendapat, sejatinya ia sedang mengambil risiko untuk menyinggung orang lain. Meski demikian, terdapat alasan atau prinsip yang membuat seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

“Tidak ada yang sempurna. Kita harus terus berkembang dari hari ke hari. Jadi, terus tingkatkan kemampuan diri dan jadilah adaptif. Kita bisa tetap bebas, tetapi juga harus bertanggung jawab,” kata alumnus Teknik Dirgantara ITB ini.

Tak hanya perlu mengenali lingkungan universitas, mahasiswa baru ITB juga harus mengenal tantangan dirinya maupun negerinya di masa depan. Oleh karena itu, OSKM ITB 2021 pada hari terakhir menampilkan narasumber Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez.

Kakak beradik yang dikenal dengan saluran YouTube SkinnyIndonesian24 ini membahas tema “Tantangan Masa Depan” dan berbagai rintangan yang terjadi kini dan nanti. Menurut kedua narasumber, salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian generasi saat ini adalah permasalahan struktural.

Menurut Andovi, permasalahan tersebut membutuhkan penyelesaian bersifat kolektif karena merupakan sebuah isu yang sistematis dan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Contoh permasalahan ini adalah hoax dan climate change.

“Ketika kamu mengatakan kebenaran, banyak orang tidak akan menyukainya,” ujar Andovi.

Tak hanya itu, Andovi dan Jovial turut memaparkan berbagai isu yang hangat di Indonesia, serta dampak baik dan buruk dari teknologi. Menurut Jovial, media sosial seharusnya menjadi alat yang membantu hidup penggunanya, bukan malah membentuk hidup penggunanya. Karenanya, dibutuhkan kebaikan untuk mampu menggunakan media sosial secara bermanfaat.

“Kebaikan itu harus sepenting kecerdasan kalian,” pesan Jovial kepada mahasiswa baru ITB 2021.

Harapan dari penyelenggaraan OSKM ITB 2021

Fadly kembali melanjutkan, penyelenggaraan gelar wicara OSKM ITB 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube berhasil mendapatkan lebih dari 48.000 penonton.

Tagar #OSKMITB2021 trending Twitter di Indonesia. DOK. Panitia OSKM ITB 2021 Tagar #OSKMITB2021 trending Twitter di Indonesia.

Tak hanya itu, tagar #OSKMITB2021 dan #InspirasiBerkontribusi menjadi trending Twitter di Indonesia untuk kategori Education. Tagar ini mendapatkan lebih dari 2.500 cuitan di hari kedua dan lebih dari 1.000 cuitan di hari terakhir. Mayoritas tagar dicuitkan oleh mahasiswa baru ITB 2021.

“Hal tersebut membuktikan bahwa gelaran OSKM ITB 2021 mendapatkan respons yang baik dari masyarakat, khususnya mahasiswa baru ITB 2021,” ujar Fadly.

Ia berharap, OSKM ITB 2021 dapat menjadi inspirasi bagi 4.500 mahasiswa baru dan memunculkan kesadaran mereka untuk berkontribusi untuk negeri.

“Nilai-nilai budaya dapat menjadi navigasi dalam menentukan langkah mereka berikutnya,” kata Fadly.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.