Advertorial

Tawarkan Kemudahan, BRI Dukung Ekosistem Digital Payment dan KPA TID di Apartemen Serpong Garden

Kompas.com - 06/09/2021, 21:51 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI melalui Kantor Wilayah BRI Jakarta 1 bersinergi dengan PT Hutama Anugrah Propertindo untuk pelayanan jasa perbankan.

Melalui sinergi tersebut, BRI memanfaatkan ekosistem digital payment-nya sehingga dapat memberi kemudahan transaksi bagi penghuni dan tenant di Apartemen Serpong Garden

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan oleh Chief Financial Officer PT Hutama Anugrah Propertindo Wira Natapraja dan Branch Manager BRI Pantai Indah Kapuk Vivin Yulia, di Tangerang, Banten, Senin (6/9/2021).

Adapun penandatanganan disaksikan oleh Regional Chief Executive Officer BRI Jakarta 1 Rudhy Sidartha beserta Direktur Utama (Dirut) PT Hutama Anugrah Propertindo Hakim Halim.

Untuk diketahui, terdapat beberapa metode milik ekosistem digital payment BRI yang dimanfaatkan dalam perjanjian tersebut. Pertama, Smart Billing yang dapat digunakan oleh pengelola dan tenant untuk melakukan monitoring serta pembayaran service charge.

Kedua, pemanfaatan kartu elektronik BRIZZI yang dapat dijadikan satu kartu atau one card untuk berbagai keperluan. BRIZZI berfungsi sebagai kartu akses serta alat pembayaran parkir dan sejumlah pembayaran lain untuk moda transportasi yang terintegrasi dengan sistem pembayaran digital.

BRI juga berkomitmen untuk memberikan dukungan lain, seperti payroll, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin electronic data capture (EDC) serta BRILink yang dapat memberikan layanan perbankan bagi tenant dan pengelola apartemen.

Tidak hanya itu, BRI dan PT Hutama Anugrah Propertindo juga telah menandatangani perjanjian kerja sama pemasaran proyek Apartemen Serpong Garden untuk program Kredit Pemilikan Apartemen Transfer Installment Developer (KPA TID).

Pada program tersebut, BRI telah menyerahkan sebanyak 500 offering letter kepada calon pembeli unit Apartemen Serpong Garden.

“Pemanfaatan program KPA TID bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan memberikan keringanan kepada konsumen,” kata Hakim dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin.

Dengan begitu, lanjutnya, konsumen dapat memperoleh hunian yang siap huni dan terintegrasi dengan moda transportasi kereta api.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Marketing PT Hutama Anugrah Propertindo Marco Iswara mengatakan, Apartemen Serpong Garden merupakan hunian modern yang berada di kawasan transportasi massal.

“Kami berkomitmen akan membangun lima tower sesuai dengan master plan. Adapun produk yang sudah selesai dibangun dan dalam masa serah terima kepada konsumen serta diharapkan dapat diselesaikan pada akhir 2021 adalah Tower Bellarosa dan Tower Cattleya,” papar Marco.

Ia melanjutkan, saat ini, pihaknya sedang membangun Tower Diamanta yang memiliki 700 unit. Tower ini sudah melalui proses ground breaking pada November 2019 dan memiliki infrastruktur jalan.

“Kami juga menawarkan banyak promo menarik lain bagi calon konsumen. Kami berharap, kerja sama antara Apartemen Serpong Garden dan BRI akan lebih erat lagi dalam memberikan pelayanan agar memudahkan tenant melakukan aktivitas di lingkungan apartemen,” ungkap Marco.

Marco juga berharap, kehadiran jasa layanan yang diberikan oleh BRI dapat meningkatkan penjualan unit Apartemen Serpong Garden dan meningkatkan KPA bersama BRI.

Pada kesempatan itu, Rudhy mengatakan, BRI mendukung penuh pemanfaatan ekosistem digital payment dan pemasaran bersama KPA TID.

Pasalnya, ekosistem tersebut dapat memberikan kemudahan dan kelancaran transaksi bagi pengelola, penghuni, dan tenant Apartemen Serpong Garden. Kemudian, dapat melahirkan kerja sama yang saling berkesinambungan dalam pemasaran KPA TID.

“Melalui produk dan layanan yang optimal dan berkualitas, BRI berkomitmen untuk menjadi one stop financial services bagi Apartemen Serpong Garden,” ujar Rudhy.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau