Advertorial

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman

Kompas.com - 09/09/2021, 20:05 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi meninjau persediaan pupuk bersubsidi di PT Pupuk Iskandar Muda Dok. Pupuk IndonesiaWakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi meninjau persediaan pupuk bersubsidi di PT Pupuk Iskandar Muda

KOMPAS.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berada di Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/9/2021).

Kunjungan Harvick ke anak perusahaan PT Pupuk Indonesia itu bertujuan untuk meninjau persediaan sekaligus mengakselerasi penyaluran pupuk bersubsidi jelang musim tanam ke daerah yang menjadi tanggung jawab perseroan.

“Mulai dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), hingga beberapa wilayah sekitar lainnya. Saking luasnya, hal ini sampai jadi perhatian Presiden Joko Widodo” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (9/9/2021).

Terlebih, ketersediaan pupuk bersubsidi oleh Pupuk Indonesia juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020.

Beleid itu berbunyi, Pupuk Indonesia sebagai produsen berkewajiban untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair. Adapun realisasi penyaluran hingga Agustus 2021 telah mencapai sekitar 5 juta ton.

Dari total realisasi itu, Direktur Utama PIM Budi Santoso Syarif berkata, PIM berkontribusi sebesar 225.000 ton pupuk urea. Sementara, jumlah stok pupuk urea yang tersedia masih 51.152 ton.

“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan pupuk demi meningkatkan ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komitmen PIM itu diapresiasi Wamentan. Pasalnya, kata Harvick, pihaknya juga menyaksikan kerja keras Pupuk Indonesia bersama PIM dalam mengatasi permasalahan di lingkungan perusahaan.

“Sebut saja, rencana pengembangan pabrik pupuk nitrogen, fosfat, dan kalium (NPK) di PIM, serta terkait pasokan gas,” jelasnya.

Terkait pasokan gas, Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengatakan, perusahaan telah menstok dalam bentuk liquefied natural gas (LNG) demi memenuhi kebutuhan produksi pupuk urea.

“Pasokan gas relatif cukup terjamin dengan adanya stok LNG sehingga dalam waktu dekat dapat digunakan,” imbuhnya.

Dalam menyambut musim tanam, Nugroho melanjutkan, perseroan sudah menyiapkan sekitar 1,16 juta ton gas di gudang-gudang produsen dan distributor.

“Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi alokasi pupuk bersubsidi selama enam minggu ke depan. Bahkan, sampai dua kali lipat melebihi ketentuan stok minimum pemerintah,” katanya.

Adapun jenis pupuk yang dipersiapkan adalah urea sebanyak 431.000 ton, NPK Phonska 250.000 ton, ZA 109.000 ton, dan SP-36 207.000 ton. Kemudian, pupuk organik Petroganik mencapai 170.000 ton.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.