Advertorial

Google News Lab dan GNLD Siberkreasi Gelar Pelatihan Cek Fakta Virtual

Kompas.com - 11/09/2021, 16:47 WIB
Pelatihan cek fakta yang digelar Google News Lab dan GNLD Siberkreasi Dok Humas KemenkominfoPelatihan cek fakta yang digelar Google News Lab dan GNLD Siberkreasi

KOMPAS.com - Google News Lab bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi mengadakan pelatihan cek fakta virtual pada Kamis (2/9/2021).

Kegiatan tersebut diadakan sebagai bagian dari kegiatan Internet Governance Forum (IGF) 2021 dan menyasar lebih dari 130 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Sesuai namanya, peserta pelatihan dibekali pengetahuan pokok dan langkah-langkah untuk mengecek fakta dan melawan misinformasi terkait Coid-19 menggunakan alat-alat yang tersedia pada Google.

Pelatihan berlangsung selama dua jam dengan membahas dasar-dasar pengecekan fakta, seperti mendalami informasi yang didapat lalu bagaimana cara kerjanya.

Setelah itu, mereka diajak mempelajari lebih jauh mengenai alat-alat yang dapat digunakan dan mudah diakses. Mereka juga diajari cara menelusuri gambar terbalik.

Salah satu peserta berkomentar bahwa pelatihan itu membantunya menjadi lebih tahu cara mencari kebenaran berita yang tersebar di internet dan media sosial. Kini, dia merasa lebih yakin dalam menyaring informasi berdasarkan fakta.

“Membekali orang-orang dengan alat yang benar untuk menilai informasi secara kritis dapat membantu mereka lebih percaya diri saat memeriksa informasi online. Google News Lab sering menyelenggarakan lokakarya pemeriksaan fakta, tetapi biasanya bagi jurnalis. Jadi, senang sekali melihat pelatihan seperti ini diberikan kepada orang-orang di luar awak media,” ujar pengawas pelatihan sekaligus perwakilan Google News Lab, Irene Jay Liu dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (10/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain pelatihan, Google dan Siberkreasi juga mengadakan diskusi tentang pentingnya bekerja sama dan mencari solusi inovatif untuk melawan misinformasi.

Salah satu perwakilan dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Santi Indra Astuti, memberikan masukan bahwa pandemi Covid-19 membuat banyak pihak sadar perlunya program pendidikan yang mudah diakses para pengajar.

“Ini untuk membantu dosen, guru, dan siswa berlatih berpikir kritis untuk melawan misinformasi dan disinformasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan bagaimana Mafindo membuat portal online Tular Nalar untuk menyediakan berbagai materi belajar dan referensi tentang literasi media bagi pengajar.

Portal tersebut juga dapat digunakan bersama para siswa dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan, kesadaran dan kecakapan digital masyarakat perlu ditingkatkan.

Hal tersebut menjadi penting karena penggunaan internet dan gawai di Indonesia kini relatif tinggi.

Sebagai informasi, Kemenkominfo dan Siberkreasi juga menggalakkan literasi digital melalui berbagai kegiatan di seluruh Indonesia tentang pilar literasi digital. Salah satunya, literasi keamanan bermedia digital dan mengetahui pentingnya verifikasi informasi agar terhindar dari misinformasi.

“Melawan misinformasi adalah sebuah tantangan besar. Karenanya, kami ingin melanjutkan kemitraan dengan IGF Asia Tenggara serta Siberkreasi untuk membantu lebih banyak orang belajar cara mendeteksi misinformasi,” imbuh Lead of Public Affairs Google untuk Asia Tenggara, Ryan Rahardjo.

Tertarik dengan tentang topik serupa atau hal-hal yang terkait lainnya, seperti tips Google untuk mengenali minformasi online? Ikuti sesi cek fakta yang lebih mendalam pada tautan YouTube berikut.

Pelatihan dapat disaksikan oleh siapa saja dan tersedia dalam beragam bahasa, termasuk bahasa Indonesia dan bahasa Thailand.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.