Advertorial

Angka Positivity Rate Indonesia Capai Batas Aman WHO, Menkominfo: Masyarakat Jangan Terlena

Kompas.com - 15/09/2021, 12:15 WIB

Kompas.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan bahwa angka positivity rate Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Bahkan, saat ini positivity rate telah mencapai batas aman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Per Minggu (19/9/2021), positivity rate Indonesia telah turun ke 3,05 persen, atau berada di bawah 5 persen yang merupakan angka ideal dari WHO," ujar Johnny dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (14/9/2021).

Atas pencapaian itu, Johnny mengatakan, pemerintah mengapresiasi upaya dan kerja keras semua pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Sebagai informasi, angka positivity rate saat ini menurun drastis dibandingkan saat lonjakan kasus terjadi pada Juni-Agustus 2021. Pada saat itu, positivity rate Covid-19 di Indonesia sempat menyentuh 30 persen. 

Meski demikian, dengan adanya pencapaian baik tersebut, pemerintah berharap upaya mencegah penularan Covid-19 juga tidak mengendur. Menkominfo mengimbau, masyarakat tidak lengah dan terlena dalam euforia penurunan kasus positif Covid-19.

“Kita semua harus tetap mempertahankan, bahkan memperkuat kolaborasi untuk mempertahankan kinerja saat ini dan menghindari potensi lonjakan kasus terjadi di masa mendatang,” tutur Johnny.

Sementara itu, pemerintah juga terus memperkuat kapasitas penanganan Covid-19 mulai dari hulu hingga hilir.

Johnny memaparkan, saat ini pemerintah meningkatkan tes epidemiologi dan rasio kontak erat. Tujuannya, agar orang yang terdeteksi positif Covid-19 dapat segera dirawat. Selain itu, pemerintah juga melakukan surveilans genomik di daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat layanan kesehatan primer, menambah, dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat. Pemerintah pun mengimbau pasien yang terdeteksi positif Covid-19 dengan gejala menengah dan berat untuk dirawat di fasilitas isolasi terpusat atau di rumah sakit (RS).

Untuk mendukung perawatan pasien Covid-19, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur, oksigen, alat kesehatan di RS, mengerahkan tenaga kesehatan cadangan, serta memperketat syarat masuk RS.

Untuk memfasilitasi perawatan pasien isolasi mandiri, pemerintah mendampingi melalui layanan telemedicine dan memberikan paket obat.

“Pemerintah juga tak akan lelah untuk terus menggencarkan program vaksinasi dari sisi hulu dan tetap mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Semua upaya ini diharapkan bisa membawa Indonesia keluar dari dampak pandemi," ujar Johnny.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau