Advertorial

Program Pasukan Jawara Patra Dukung Komunitas Cari Peluang di Masa Pandemi

Kompas.com - 17/09/2021, 19:00 WIB

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk membatasi aktivitas yang memerlukan pertemuan tatap muka. Hal ini menyebabkan kendala pada kegiatan perekonomian di berbagai sektor yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Agar dapat terus bertahan di tengah pandemi, banyak masyarakat yang kemudian mencari peluang dengan memulai usaha baru. Jawara Patra pun mendukung hal tersebut dengan mengadakan program Patra Sedulur Kabehan atau dikenal dengan sebutan Pasukan.

Sebagai informasi, Jawara Patra merupakan platform komunitas (alias para Jawara) yang mendukung pengembangan diri agar bermanfaat bagi lingkungan dan daerahnya.

Lewat program tersebut, para Jawara Patra dapat memberi berbagai pelatihan dan membagikan wawasan dasar tentang kewirausahaan, pemasaran, dan produktivitas.

Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan kompetensi agar bisa berdikari serta berkontribusi untuk komunitas dan lingkungan sekitar.

Program Pasukan diselenggarakan secara virtual dan diikuti oleh 135 komunitas Jawara Patra di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah, seperti Solo, Magelang, dan Purwokerto selama periode Maret-April 2021.

Tiga narasumber yang ahli di bidangnya dihadirkan untuk menjadi pelatih dalam program Pasukan. Mereka adalah Co-Owner Nuvantara Alwan Azra, pemilik Sayuran Merbabu Organik Sofyan Adhi, dan pemilik SL Corp Indra Wawan.

Alwan Azra menjadi pemateri untuk pelatihan kewirausahaan. Sementara, Sofyan Adhi mengisi pelatihan mengenai produktivitas. Pelatihan pemasaran diberikan oleh Indra Wawan.

Selain itu, program tersebut juga mengundang vokalis grup band Shaggydog Heru Wahyono untuk berbagi kepada komunitas mengenai cara menjadi seorang sociopreneur.

Tak sekadar mendapatkan pelatihan, para peserta program Pasukan juga diminta untuk memberikan ide kegiatan atau usaha yang ingin mereka lakukan atau kembangkan.

Mereka diberikan kesempatan untuk mengajukan proposal ide usaha kepada tim komite Jawara Patra. Dari seluruh proposal yang masuk pada Juni 2021 lalu, terpilih empat Jawara Patra terbaik.

Keempat Jawara Patra tersebut adalah Pokdarwis Srigethuk dengan ide usaha perahu rakit tong, Maju Mapan Grobogan dengan ide usaha budidaya jahe merah, Dipta Yoga Sidomoro dengan ide usaha pot daur ulang sabut kelapa, dan Wahyu Turonggo Jaya dengan ide usaha alat musik tradisional.

Modal pembinaan sebesar Rp 15 juta diberikan kepada empat Jawara Patra untuk merealisasikan ide usaha tersebut.

Tak ketinggalan, program Pasukan juga mengajak Jawara Patra untuk turut menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui Kompetisi Menghias Alat Bantu Patra (Kompas Patra).

Masing-masing peserta dibekali satu buah papan penunjuk dan empat tempat sampah. Mereka diminta untuk menghias papan penunjuk jalan tersebut sesuai dengan kreativitas dan identitas komunitasnya agar lebih menarik.

Lewat aktivitas tersebut, Jawara Patra diharapkan dapat menjadi panutan dan pengingat bagi lingkungan sekitar untuk menjaga kesehatan serta kebersihan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau