Kabar kesehatan

Bahaya, Kandungan Mikroplastik pada Galon Isi Ulang Lebih Tinggi

Kompas.com - 28/09/2021, 09:27 WIB
Aktivitas pencucian galon air isi ulang berpotensi memicu peluruhan partikel mikroplastik Dok. KLHKAktivitas pencucian galon air isi ulang berpotensi memicu peluruhan partikel mikroplastik

KOMPAS.com – Kandungan mikroplastik yang terdapat pada galon isi ulang berbahan polycarbonate (PC) lebih berbahaya dibandingkan galon berbahan polyethylene terephthalate (PET). Hal ini dikarenakan penggunaan galon berulang kali berpotensi memicu peluruhan mikroplastik yang lebih besar.

Kepala Laboratorium Kimia Universitas Indonesia (UI) Agustino Zulys menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers bertajuk “Ancaman Kontaminasi Mikroplastik dalam Galon Sekali Pakai” yang diselenggarakan oleh Greenpeace, Kamis (23/9/2021).

Menurut Agustino, kemasan plastik yang digunakan berulang kali jelas mengalami peluruhan mikroplastik yang lebih tinggi. Kondisi ini berbeda dengan galon berbahan PET yang selalu diproduksi baru.

"Untuk (galon) isi ulang, perlu dicek lagi (penggunaannya). Namun, menurut hipotesis saya, isi ulang akan menimbulkan mikroplastik lebih banyak lagi akibat proses penggunaan yang terlalu lama dan peluruhan yang cukup lama,” terangnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (27/9/2021).

Ia melanjutkan, ada pula galon PET sekali pakai yang mempunyai material sama dengan botol air minum dalam kemasan (amdk). Bahkan, beberapa merek masih menggunakan mikroplastik 11-257 mikrometer (mm). Namun, hal terpenting adalah kadar mikroplastik yang digunakan masih dalam batas aman.

Di sisi lain, Dosen Ilmu Kedokteran UI dokter Pukovisa Prawiroharjo mengungkapkan, semakin kecil ukuran kemasan air bisa menyebabkan paparan mikroplastik yang besar. Akan tetapi, ia menekankan, belum ada uji klinis mengenai dampak mikroplastik bagi kesehatan.

“Karena belum jelas bahaya mikroplastik, maka perlu riset lanjutan dari sisi kesehatan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, anggota pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tubagus Haryo Karbyanto menekankan bahwa konsumen perlu mengetahui informasi mengenai potensi kandungan mikroplastik dalam kemasan air minum.

"Itulah yang Greenpeace dan UI lakukan saat ini. Kami berupaya memberi tahu bahwa mikroplastik terdapat di setiap (kemasan) minuman yang dikonsumsi setiap hari. Konsumen memiliki hak dasar untuk mengetahui keamanan produk yang digunakan," ujarnya. (TAJA)

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.