Advertorial

21 Tahun Berkarya, Biznet Dukung Transformasi Digital di Indonesia

Kompas.com - 30/09/2021, 22:29 WIB

KOMPAS.com – Koneksi Internet yang cepat dan stabil kini jadi kebutuhan sebagian besar masyarakat untuk mendukung kelancaran aktivitas digital sehari-hari.

Terlebih, di tengah era digital saat ini, berbagai aktivitas dituntut untuk dapat saling terhubung secara online. Mulai dari bekerja, sekolah, ibadah, belanja, hingga mengakses hiburan, dilakukan dengan bermodal Internet.

Tidak hanya itu, pandemi yang masih berlangsung saat ini juga menciptakan tren baru di tengah masyarakat dimana banyak diantara mereka yang menjalankan usaha online dari rumah. Karena itu, bila koneksi Internet bermasalah, aktivitas dan pekerjaan esensial otomatis jadi terganggu. Oleh karena itu, dibutuhkan konektivitas Internet yang handal untuk menopang aktivitas digital.

Seperti diketahui, perkembangan teknologi Internet di era digital kini berkembang pesat. Tak heran bila konsep teknologi baru terus bermunculan. Salah satu teknologi teranyar yang mulai diterapkan oleh masyarakat global, termasuk Indonesia, adalah internet of things atau IoT.

Oleh karena itu, pada hari jadi ke-21, salah satu perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, Biznet, yang jatuh pada Jumat (1/10/2021), berkomitmen untuk mendukung transformasi era digital di Tanah Air.

President Director Biznet Adi Kusma mengatakan,selama berkarya 21 tahun, Biznet telah menjadi bagian dari perkembangan teknologi Internet di Indonesia.

“Hal itu mendorong kami untuk mengembangkan inovasi teknologi dan layanan koneksi Internet yang cepat dan stabil,” ujar Adi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (27/9/2021).

Perluas jangkauan

-Dok. Biznet -

Adi menambahkan, Biznet berupaya memberikan layanan terbaik untuk mendukung aktivitas digital masyarakat.

Adi menjelaskan, jaringan Biznet kini telah hadir di lebih dari 110 kota di Indonesia dengan kabel fiber optic lebih dari 55.000 kilometer (km) yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi dan Flores.

Pada 2019-2021, Biznet fokus pada perluasan jaringan di lebih banyak area di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan kota/kabupaten di Pulau Jawa, Bali dan Sumatra.

Pada tahun 2021, Biznet juga sudah memulai pembangunan jaringan backbone di Pulau Sumatra bagian Timur yang diharapkan dapat menghubungkan Kota Bandar Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru dan Medan dengan panjang kabel fiber optic hampir 1,600 km. Dengan adanya jaringan ini, diharapkan kecepatan layanan Internet di Pulau Sumatra akan semakin cepat seperti yang sudah tersedia di Pulau Jawa dan Bali.

Tak hanya itu, lanjut Adi, Biznet juga menjangkau kota-kota di Kalimantan, seperti Balikpapan, Banjarmasin, dan Samarinda. Selain itu, Biznet juga menyasar Makassar di Sulawesi dan Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk informasi cakupan area Biznet secara lengkap, silakan kunjungi biznetnetworks.com/fiber.

“Saat awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020, Biznet tercatat mengalami peningkatan traffic penggunaan Internet sebesar 30 persen. Peningkatan ini disumbang oleh pelanggan dari segmen perumahan atau residensial,” terang Adi.

Ia menjelaskan, peningkatan traffic tersebut datang seiring dengan meningkatnya aktivitas bekerja dan belajar online dari rumah yang membutuhkan koneksi Internet cepat dan stabil.

Merespons kondisi tersebut, Biznet melakukan beberapa langkah untuk memastikan kelancaran aktivitas digital pelanggan di rumah.

Mulai dari upgrade bandwidth secara gratis hingga memberikan akses layanan pelanggan yang semakin mudah, seperti live chat di website biznethome.net, telepon ke 1500933, dan email ke home_care@biznetnetworks.comselama tujuh hari dalam sepekan, jadi upaya Biznet.

Dukung industri kesehatan

Dukungan Biznet pada industri kesehatan juga ditunjukkan melalui salah satu anak perusahaannya, yaitu PT Prima Medix Nusantara (PrimaMedix) yang resmi diluncurkan pada Agustus 2020.

PrimaMedix fokus pada industri kesehatan dengan memproduksi masker surgical mask 3-ply dan respirator mask N95 berkualitas dan bersertifikat Kementerian Kesehatan.

Produk masker tersebut telah memenuhi persyaratan kesehatan dan industri, serta dipasarkan dengan harga terjangkau.

Sebagai informasi, seluruh produk PrimaMedix diproduksi menggunakan teknologi modern dengan kapasitas produksi lima juta masker per bulan yang dapat terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk masker PrimaMedix, Anda dapat mengunjungi webprimamedix.net.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau