Advertorial

Awas Bocor, Selalu Waspada dalam Berbagi Data Pribadi di Ruang Internet Terbuka

Kompas.com - 13/10/2021, 09:33 WIB

KOMPAS.com – Perlindungan data pribadi menjadi salah satu isu yang berkembang di era ekonomi digital.

Sebagai pengguna media digital, Anda harus menyadari bahwa data pribadi bisa terbuka dan tersebar saat Anda memberikan persetujuan pada sejumlah aplikasi yang digunakan.

Selain itu, data pribadi juga bisa diberikan kepada pihak tertentu dalam rangka verifikasi keakuratan dan kesesuaian data.

Oleh karena itu, Anda harus selalu waspada dalam membagikan data pribadi di internet. Sebab, internet merupakan ruang terbuka yang dapat diakses oleh semua pihak dengan berbagai tujuan.

Untuk memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat akan pentingnya menjaga data pribadi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital menggelar webinar bertajuk “Memahami Perlindungan Data Pribadi”, Jumat (1/10/2021).

Dalam forum tersebut, hadir beberapa narasumber yang meliputi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada (UGD) dan anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Tauchid Komara Yuda, serta dosen Fisip Universitas Sriwijaya dan anggota IAPA Krisna Murti

Kemudian, dosen FISIP Universitas Diponegoro dan anggota Japelidi Dr Lintang Ratri Rahmiaji, perwakilan dari Kaizen Room Daniel J Mandagie, serta public speaker dan founder @wellness_worthy Gina Sinaga.

Dalam pemaparannya, Krisna Murti mengatakan bahwa terdapat banyak celah yang bisa dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencuri data pribadi seseorang.

Pasalnya, penyedia layanan internet hanya bisa menyediakan fasilitas untuk membantu mengamankan data sehingga kontrol utama tetap pada pengguna.

“Celah itu sering kali digunakan oleh pihak yang berniat buruk. Mereka memanfaatkan kelengahan pengguna karena lebih mudah dibandingkan harus meretas sebuah platform digital,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (4/10/2021).

Oleh karena itu, lanjut Krisna Murti, penting bagi masyarakat untuk menerapkan etika dalam isu perlindungan data pribadi. Sebab, perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global sehingga menciptakan standar etika baru.

“Kita harus selalu ingat bahwa jejak digital sebagai digital shadow merupakan suatu kapsul yang menampung segala informasi aktivitas pengguna internet. Jadi, harus selalu diperhatikan mengenai apa saja yang dibagikan di internet,” jelasnya.

Meskipun demikian, internet dan media digital memiliki dampak positif karena menyediakan beragam informasi. Hal ini disampaikan oleh Gina selaku narasumber key opinion leader (KOL).

“Namun, (terlalu banyak informasi) juga bisa menyebabkan misinformation. Oleh karena itu, penting beristirahat (dari internet) dan menjauhkan diri dari layar untuk sesaat,” kata Gina.

Pada webinar tersebut, partisipan yang hadir dipersilakan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu peserta bernama Mawardi pun memanfaatkan kesempatan ini dengan bertanya kepada narasumber.

“Apakah data-data yang diberikan (saat mengakses dompet digital) sudah benar-benar aman dan terjamin dari kebocoran data? Apa tindakan yang perlu dilakukan jika nantinya kebocoran data terjadi?” tanya Mawardi.

Tauchid menjawab dengan lugas. Ia mengatakan bahwa pengguna tidak dapat mengetahui secara pasti data yang telah dimasukkan terjamin keamanannya atau tidak.

“Itu tergantung pada sistem yang bekerja. Hal yang paling utama adalah kita memahami kondisi yang dilakukan sehingga bisa meminimalisasi kebocoran data. Tidak ada yang bisa menjamin sehingga kita harus sama-sama selalu waspada,” jelas Tauchid.

Untuk diketahui, webinar tersebut merupakan salah satu seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang akan digelar oleh Kemenkominfo hingga akhir 2021.

Kegiatan tersebut terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk mengetahui dan bergabung dengan webinar selanjutnya, silakan ikuti akun Instagram @siberkreasi.dkibanten dan @siberkreasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau