Advertorial

Kemenkeu Apresiasi Kinerja PLN Sebagai Debitur Terbaik Kategori BUMN

Kompas.com - 14/10/2021, 17:18 WIB
PLN meraih penghargaan sebagai Debitur Berkinerja Terbaik Tahun 2020 dari Kemenkeu, Selasa (12/10/2021) Dok. PLNPLN meraih penghargaan sebagai Debitur Berkinerja Terbaik Tahun 2020 dari Kemenkeu, Selasa (12/10/2021)

KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Khusus Investasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan memberikan penghargaan sebagai Debitur Berkinerja Terbaik Tahun 2020 kepada PT PLN (Persero). Apresiasi ini diberikan atas komitmen perseroan dalam memenuhi kewajiban kepada negara.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala KPPN Khusus Investasi Abdullah Syahidin kepada Executive Vice President Keuangan Korporat PLN Teguh Widhi Harsono dan disaksikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Sinthya Roesly, Selasa (12/10/2021).

Sinthya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama pemerintah di tengah kondisi yang sulit bagi PLN. Ke depannya, aa berharap, kerja sama tersebut dapat ditingkatkan.

"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi PLN sebagai debitur. Satu hal yang sangat positif, kami berusaha saling membantu dan meningkatkan kerja sama," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (13/10/2021).

Salah satu gardu listrik PLN. Dok. PLN Salah satu gardu listrik PLN.

Sepanjang 2015-2020, pinjaman PLN tercatat bertambah sekitar Rp 199 triliun. Sementara, besar biaya investasi PLN pada periode tersebut mencapai Rp 448 triliun. Hal ini menunjukkan dana pinjaman digunakan PLN untuk investasi.

Adapun sejumlah investasi yang dilakukan PLN pada 2015-2020, di antaranya adalah penambahan aset berupa pembangkit listrik dengan total kapasitas 10.000 megawatt, transmisi sepanjang 23.000 kilometer sirkuit, dan gardu induk dengan total 84.000 megavolt ampere (MvA).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan penambahan investasi tersebut, PLN berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi dari 88,3 persen pada 2015 menjadi 99,2 persen pada 2020.

“Penghargaan ini menunjukan bahwa keuangan PLN sehat. Kini, PLN menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan aset terbesar, yaitu lebih dari Rp 1.600 triliun," ujar Sinthya.

Pada kesempatan yang sama, Abdullah mengatakan, tujuan pemberian apresiasi tersebut adalah untuk mendorong peningkatan kualitas kinerja debitur. Lebih lanjut, ia menjelaskan, KPPN Khusus Investasi 2020 melakukan penilaian kinerja debitur terhadap 49 BUMN.

"Dalam penilaian, kami melihat ketepatan jumlah pembayaran piutang, ketepatan waktu pembayaran piutang, dan kepatuhan pelaksanaan rekonsiliasi outstanding. Berdasarkan penilaian, PLN tetap nomor satu. Terima kasih kepada PLN untuk kerja samanya," ujarnya. 

KPPN Khusus Investasi juga berharap dapat lebih memberikan semangat kepada debitur. Tidak hanya itu, Abdullah berharap pinjaman yang disalurkan menjadi manfaat bagi masyarakat.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.