Advertorial

Bupati Kediri Serahkan Bantuan Subsidi Bibit Tebu dari PTPN ke Petani

Kompas.com - 16/10/2021, 18:16 WIB

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyerahkan bantuan subsidi bibit tebu kepada petani di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jumat (15/10/2021).

Bibit tebu tersebut merupakan subsidi yang diberikan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Pada kesempatan itu, bupati yang akrab disapa Mas Bup juga memuji bantuan pupuk yang diberikan dari sejumlah pabrik gula yang berada dalam naungan PTPN X melalui program Makmur khusus petani.

“Saya sangat mengapresiasi program Makmur. Melalui program ini, petani mendapatkan bantuan pupuk, cara pengelolaanya, serta diinvetarisasi sesuai dengan kebutuhan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (16/10/2021).

Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi petani tebu. Hal ini sesuai dengan Kabupaten Kediri yang terkenal akan daerah yang menjadi salah satu penghasil produksi tanaman tebu.

Rangkaian acara penyerahan bibit tebu kategori PC murni dan bongkar ratoon.Dok. Pemkab Kediri Rangkaian acara penyerahan bibit tebu kategori PC murni dan bongkar ratoon.

“Kami tahu bahwa Kabupaten Kediri merupakan salah satu penghasil tebu yang cukup banyak. Jika tebu ini ada, tetapi tidak ada pabrik gulanya percuma juga. Dengan begitu, produksi hanya menumpang lewat saja, tidak ada pemasukan apa pun,” tutur Mas Bup.

Ia melanjutkan, keberadaan 3 pabrik gula di bawah naungan PTPN X Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri diharapkan dapat memberikan bantuan, baik bantuan tenaga maupun pikiran.

“Saya berharap tidak ada petani tebu di wilayah Kediri yang mengalami kelaparan. Semoga dengan adanya PTPN dan pabrik gula, program swasembada gula konsumsi dapat tercapai di wilayah ini,” ujar Mas Bup

Sementara itu, Mahmudi Direktur Holding PTPN menambahkan, subsidi bibit tebu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan demikian, program swasembada gula konsumsi dapat terwujud pada 2024.

“Program swasembada gula konsumsi merupakan target utama kita pada 2024. Namun, naif rasanya bila swasembada dapat terwujud tanpa diimbangi dengan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, subsidi bibit tebu ini menjadi salah satu cara kami untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” paparnya.

Proses simbolis penanaman bibit tebu di lahan.Dok. Pemkab Kediri Proses simbolis penanaman bibit tebu di lahan.

Adapun total subsidi bibit tebu yang diberikan sebanyak 41.284 kuintal kepada 385 orang petani tebu binaan PTPN X. Program pemberian subsidi bibit tebu unggul diberikan untuk tebu kategori planct cane (PC) murni dan bongkar ratoon.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau