Advertorial

Warga Mengadu Sering Kena Banjir, Pemkab Kediri Sigap Tinjau Pintu Air Pare

Kompas.com - 19/10/2021, 11:13 WIB

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan peninjauan kondisi pintu air di wilayah Pare, Kediri, Jawa Timur (Jatim), Senin (18/10/2021).

Peninjauan tersebut merupakan respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri atas berbagai keluhan warga setempat, baik yang disampaikan melalui pesan singkat di media sosial maupun secara langsung.

Hanindhito mengatakan, ada banyak sekali keluhan yang masuk. Salah satunya, terkait infrastruktur, seperti pintu air. Karena itu, pihaknya memutuskan untuk terjun langsung ke lapangan agar permasalahan bisa segera diselesaikan.

Bupati muda yang sering blusukan dengan vespa pribadi itu melanjutkan, peninjauan ke Pintu Air Pare dilakukan setelah pihaknya menerima aduan dari warga yang tinggal di sekitar sungai Desa Tertek, Kecamatan Pare.

Berdasarkan laporan warga di desa tersebut, air sungai meluap hingga ke jalanan desa dan masuk ke rumah ketika musim hujan.

“Mereka mengaku sering terkena banjir akibat dam yang tidak berfungsi. Jadi, saat debit air meningkat, air sungai ikut meluap,” jelas Hanindhito dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (19/10/2021).

Bupati Hanindhito (kiri). Dok. Pemkab Kediri Bupati Hanindhito (kiri).

Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi pada musim penghujan tahun lalu. Bahkan, banjir yang melanda saat itu cukup besar karena air Sungai Serinjing meluap hingga menggenangi Jalan Letjen Sutoyo.

"Walaupun banjir bisa surut dalam hitungan satu jam, hal tersebut tetap perlu ditangani. Pemkab Kediri sendiri berkomitmen untuk menangani masalah sesegera mungkin. Semoga permasalahan dam bisa selesai pada Maret 2022," kata Hanindhito.

Ia juga berharap, peninjauan di Pintu Air Pare dapat memberikan sedikit kelegaan bagi warga setempat yang mengeluh sering terkena banjir.

“Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemkab Kediri dalam pembangunan. Ke depan, kami juga akan menggenjot pembangunan di berbagai sektor. Selain sungai, jembatan di Gedang Sewu tahun depan akan kami perbaiki,” ucap Hanindhito.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau