Advertorial

Terpilih Menjadi Finalis, 6 Startup Paparkan Pengalamannya Mengikuti Grab Ventures Velocity Batch 4 X Sembrani Wira

Kompas.com - 19/10/2021, 13:00 WIB
 Keenam startup yang menjadi finalis pada program Grab Ventures Velocity Batch 4 X Sembrani Wira. Kompas.com/Imalay Naomi L Keenam startup yang menjadi finalis pada program Grab Ventures Velocity Batch 4 X Sembrani Wira.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai salah satu bentuk dukungan bagi ekosistem startup di Indonesia, Grab Indonesia bersama BRI Ventures (BVI) meluncurkan program Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 4 X Sembrani Wira.

Program yang mengusung tema “Scaling Up Together: Empowering Startup, Supporting Microentrepreneurs” tersebut telah berjalan sejak Juni 2021. Program ini bertujuan untuk membina dan mempercepat pengembangan ekosistem startup. Khususnya, startup dengan layanan dan produk yang dapat memenuhi kebutuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Saat ini, Grab telah memilih 6 peserta startup finalis GVV Batch 4 X Sembrani Wira. Keenam finalis tersebut antara lain, Cooklab, Crewdible, Dagangan, iSeller, Octopus, dan Majoo.

Adapun pertimbangan Grab memilih keenam finalis tersebut adalah sejumlah layanan yang ditawarkan sesuai dengan komitmen Grab dan BRI untuk menjawab kebutuhan UMKM. Layanan yang dimaksud di antaranya adalah point of sale (POS), customer relationship management, e-commerce enablement, software as a service (SaaS), dan berbagai layanan lainnya.

Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Crewdible Dhana Galindra mengatakan, sebagai platform yang mengusung tema marketplace, Crewdible mewadahi transaksi antara dua pelaku UMKM, yaitu penjual online dengan pemilik tempat atau mitra gudang.

“Kami mengusung platform dengan target market UMKM. Ketika menitipkan barang ke gudang, penjual tidak akan langsung dikenakan storage fee, kecuali jika sudah ada (transaksi) penjualan,” kata Dhana dalam wawancara bersama finalis GVV 4 X Sembrani Wira.

Ia melanjutkan, mitra gudang yang tergabung bersama Crewdible sebagian besar adalah masyarakat yang memiliki tempat kosong, tetapi tidak dapat disewakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan Crewdible, startup Dagangan merupakan sebuah layanan group buying dan social commerce yang memanfaatkan jaringan sosial di pedesaan.

Founder Dagangan Wilson Yanaprasetya mengatakan, startup yang dirintis di Magelang, Jawa Tengah, tersebut menjadi solusi untuk mempermudah proses belanja para pelaku usaha dan pembeli eceran di pedesaan.

“Pelaku usaha di desa yang jauh dari pasar basah memerlukan usaha lebih untuk memenuhi stok mereka, seperti (harus) menutup toko (untuk berbelanja) dan mengeluarkan ongkos lebih untuk perjalanan bolak-balik. Untuk itu, Dagangan hadir sebagai solusi,” paparnya.

Mendorong kolaborasi antar-startup

Untuk mengembangkan bisnis, kolaborasi antar-startup juga diperlukan. Program GVV Batch 4 X Sembrani Wira mendorong agar hal itu dapat terjadi.

Eksekusi kolaborasi kemudian dilakukan oleh Cooklab, sebuah startup yang berperan sebagai penyedia makanan sehat yang dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan pengguna.

Mengawali bisnisnya di Surabaya, Jawa Timur, Cooklab baru-baru ini melebarkan sayap bisnis ke Jakarta. Namun tidak cukup hanya di Jakarta, co-founder Cooklab Kartika Dwi Baswara mengatakan, pihaknya juga ingin menyasar sejumlah kota tier 2 dan 3.

Ia melanjutkan, untuk merealisasikan rencana pengembangan tersebut, ia pun mengajak startup yang juga merupakan finalis untuk berkolaborasi, yaitu Dagangan.

“Saya sempat ngobrol dengan startup Dagangan untuk melakukan kolaborasi. Dengan kolaborasi yang pernah kami bicarakan, Cooklab memiliki potensi untuk dapat diakses oleh para pelanggan dari kota tier 2 dan 3,” ungkap Kartika.

Sementara itu, founder sekaligus CEO iSeller Jimmy Petrus memiliki pandangan sendiri soal kolaborasi. Ia mengatakan, sebagai startup berbasis digital yang memudahkan penjualan dan penerimaan pembayaran, iSeller selalu melakukan partnership dengan sejumlah startup untuk menghasilkan layanan UMKM yang terintegrasi.

“Saya pernah berbincang masalah partnership ini juga dengan Crewdible, meski belum jadi terlaksana sampai sekarang. Kami percaya, partnership antar startup akan memajukan UMKM,” tutur Jimmy.

Perjalanan startup di program akselerator

Tidak hanya bertukar informasi dan menambah kesempatan untuk menjalin kerja sama antar-startup, program GVV Batch 4 X Sembrani Wira juga mewadahi pesertanya untuk mendapatkan berbagai workshop dan mentorship, dan juga mengikuti impact day.

Dalam impact day, startup akan melakukan pitching dan melakukan diskusi profesional dalam sesi networking bersama para Venture Capital (VC). Para finalis juga akan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam sharing session dengan beberapa eksekutif C-Level dari perusahaan dan organisasi terkemuka, salah satunya Group CEO and co-founder Grab, Anthony Tan.

Hal tersebut membuat GVV Batch 4 X Sembrani Wira menjadi incaran program akselerasi bagi sebagian besar startup di Indonesia, salah satunya Majoo.

Co-founder sekaligus CEO Majoo Adi W Rahadi mengatakan, berawal dari seringnya membaca program GVV Batch 4 X Sembrani Wira di berbagai media, ia pun meyakinkan dirinya untuk mengikuti program akselerasi startup ini.

Menurutnya, dengan mengikuti program GVV Batch 4 X Sembrani Wira, Majoo akan mendapatkan kesempatan untuk terus melebarkan sayap.

Sebagai informasi, Majoo adalah salah satu platform yang menyasar UMKM. Operasionalnya bertujuan untuk memudahkan pelaku bisnis untuk mengelola penjualan, pembayaran, inventori, keuangan, karyawan, dan pembiayaan usaha.

Ia melanjutkan, kelebihan dari program GVV Batch 4 X Sembrani Wira yang dilakukan secara virtual adalah memudahkan peserta mengikuti seluruh program dan menyiapkannya secara matang.

Selain itu, program GVV Batch 4 X Sembrani Wira juga memberikan kesempatan kepada seluruh finalis startup untuk menjalankan sejumlah pilot program atau program uji coba dengan memanfaatkan seluruh ekosistem Grab.

Hal tersebut diamini oleh co-founder sekaligus CEO Octopus Andi Moehammad Ichsan. Octopus sebagai platform logistik limbah daur ulang yang memungkinkan pengguna untuk menyetorkan berbagai kemasan bekas pakai pun diberikan kesempatan melaksanakan pilot program.

Andi menjelaskan, pihaknya mendapatkan beberapa kesempatan kerja sama bersama Grab. Salah satunya adalah dukungan mitra pengemudi Grab untuk membantu mengumpulkan kemasan bekas pakai dari pengguna ke tempat daur ulang.

“Contohnya, salah satu pengguna Grab di Bandung memanggil Pelestari (sebutan untuk driver Octopus yang mengambil kemasan bekas pakai), tetapi di dalam radius tersebut tidak ditemukan. Mitra driver Grab pun akan turun tangan sebagai Pelestari untuk mengambil (kemasan bekas pakai) dari pengguna,” papar Andi.

Ia pun mengatakan, pilot program dalam program akselerator yang diinisiasi Grab dan BRI Ventures sangat memudahkan pihaknya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Untuk diketahui, program GVV Batch 4 X Sembrani Wira merupakan bentuk dukungan Grab Indonesia dan BRI Ventures untuk memajukan startup lokal yang berkaitan erat dengan UMKM.

Melalui program tersebut, peserta juga akan mendapatkan sejumlah manfaat, seperti memperluas networking, berkesempatan untuk mendapatkan strategic partnerships, serta pendanaan dari BRI Ventures dan jaringan investornya.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.