Advertorial

Gelar Webinar Obras Kain PKK, Ketum Oase KIM Ajak Seluruh Masyarakat Melek Literasi Digital

Kompas.com - 22/10/2021, 20:41 WIB
Obras Kain PKK bertajuk ?Literasi Digital: Sehat dan Bijak di Media Digital? digelar pada Kamis (21/10/2021). Dok. KemendagriObras Kain PKK bertajuk ?Literasi Digital: Sehat dan Bijak di Media Digital? digelar pada Kamis (21/10/2021).

KOMPAS.com – Ketua Umum (Ketum) Oase Kabinet Indonesia Maju (KIM) sekaligus Ketum Dharma Wanita Persatuan (DWP) Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengajak masyarakat agar dapat memiliki pemahaman yang cukup mengenai literasi digital.

Ajakan tersebut ia utarakan dalam webinar Obrolan Santai Kader Inspiratif (Obras Kain) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bertajuk “Literasi Digital: Sehat dan Bijak di Media Digital”.

Gelaran edisi spesial yang melibatkan sejumlah organisasi wanita itu digelar secara virtual melalui platform Zoom dan YouTube, Kamis (21/10/2021).

Erni menjelaskan, kemampuan literasi digital tidak hanya berpaku pada kemampuan dalam mengoperasikan perangkat komputer. Namun, kemampuan ini juga perlu disertai dengan berbagai kemampuan lain.

“Kemampuan tersebut terdiri dari memahami, mengolah, dan mengaplikasikan informasi secara tepat dalam berbagai bentuk. Dengan adanya kemampuan literasi digital, masyarakat akan memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif,” papar Erni dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (22/10/2021).

Selain itu, lanjutnya, kemampuan literasi digital yang baik akan membantu pengguna dalam menerima dan mengolah informasi serta mengaplikasikannya secara benar.

Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan mampu terhindar dari cybercrime atau kejahatan di dunia maya, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Pasalnya, kedua kelompok usia ini berpotensi mengakses berbagai macam konten di dunia maya secara tidak terkendali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mereka berpeluang untuk terpapar sesuatu yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Misalnya saja, konten penyimpangan sosial, pornografi, kekerasan, kebencian, dan hoaks. (Mereka juga rentan) tereksploitasi secara komersial, terganggu privasinya, dan terhubung dengan orang yang tidak dikehendaki,” papar Erni.

Senada dengan Erni, dosen Program Vokasi Universitas Indonesia sekaligus pegiat media sosial Nurliya Apriyana mengatakan, pengguna internet di Indonesia kini mencapai 78 persen dari total penduduk. Jumlah ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga se-Asia.

Dengan jumlah sebanyak itu, seluruh masyarakat perlu mengimbangi dengan keahlian penggunaan media digital secara baik.

“Pengguna harus teliti dan kritis terhadap berita hoaks. Menurut data yang saya temukan, sebanyak 30-60 persen masyarakat Indonesia mudah terpapar hoaks saat berkomunikasi di ruang digital,” kata Nurliya.

Sementara itu, lanjutnya, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Mei 2021, terdapat 1.733 berita hoaks mengenai Covid-19 dan vaksinasi. Informasi hoaks ini dikemas sebagai konten yang berbentuk tulisan, gambar, dan video.

“Untuk itu, (pengguna) harus cermat dan bijak dalam menangkal berita hoaks dengan memperhatikan beberapa hal. Di antaranya, perhatikan judul dan isi berita, alamat situs berita, selidiki sumbernya, teliti format penulisan judul berita, cek tanggal pemberitaan, serta keaslian foto,” jelas Nurliya.

Hal tersebut perlu dilakukan seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran informasi negatif saat mengakses dunia maya.

Pada kesempatan yang sama, Ketum Tim Penggerak PKK Pusat Tri Tito Karnavian mengatakan, pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat mengenai cara sehat bermedia digital serta menciptakan pola pikir dan citra diri yang positif dalam bermedia, khususnya kepada anak-anak.

Dengan demikian, budaya masyarakat yang cakap serta mampu memanfaatkan media digital secara sehat dan positif dapat tercipta.

“Hampir semua kegiatan sehari-hari sudah dalam bentuk digitalisasi. Namun, kebiasaan baru ini harus diiringi dengan literasi digital yang seimbang sehingga kita semua bisa bijak dalam berkomunikasi menggunakan media digital,” katanya.

Sebagai informasi, Obras Kain PKK merupakan wadah untuk bersilaturahmi sekaligus sarana diskusi dan bertukar pikiran antara para kader PKK bersama organisasi perempuan.

Forum tersebut membahas berbagai isu terkini terkait literasi digital serta dikupas secara inspiratif sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.