Advertorial

Reksa Dana Pasar Uang, Investasi Rendah Risiko yang Cocok bagi Investor Pemula

Kompas.com - 22/10/2021, 22:13 WIB
Ilustrasi investasi Shutterstock/Jetacom AutofocusIlustrasi investasi

KOMPAS.com – Perkembangan teknologi membuat akses literasi keuangan terbuka lebar. Kondisi ini mendorong orang untuk berinvestasi. Terlebih, untuk memulainya, calon investor tidak membutuhkan modal yang besar, yakni hanya puluhan ribu rupiah.

Saat ini, ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih. Namun, kamu mesti bijak menentukan pilihan karena setiap instrumen punya risiko dan keuntungan yang berbeda-beda.

Bagi investor pemula, reksa dana merupakan pilihan pas. Sebab, pengelolaan instrumen ini tergolong mudah dibandingkan instrumen lainnya, seperti saham. 

Merujuk Undang-Undang (UU) Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, reksa dana merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dan dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI) berpengalaman. Dengan kata lain, investor menyetor modal dan tinggal duduk manis menuai hasil investasi.

Investasi reksa dana sendiri terbagi menjadi empat macam. Salah satunya, reksa dana pasar uang. Dihimpun dari berbagai sumber, selain berisiko relatif kecil, kinerja instrumen investasi ini cenderung stabil.

Investor berkesempatan mendapatkan imbal hasil keuntungan mencapai 5-7 persen per tahun. Imbal hasil ini lebih tinggi dibandingkan deposito.

Hal tersebut dikarenakan suku bunga reksa dana pasar uang mengikuti rate perbankan. Sementara, suku bunga deposito sudah ditetapkan dari awal berinvestasi.

Kemudian, imbal hasil keuntungan dari reksa dana tidak dibebankan pajak penghasilan. Sementara, deposito dikenakan pajak.

Pada reksa dana pasar uang, MI biasanya akan menempatkan dana investor pada sejumlah instrumen pasar uang yang bersifat highly liquid, seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi. Diversifikasi dilakukan untuk menekan risiko investasi sehingga penanam modal bisa mendapatkan imbal hasil yang maksimal.

Meski begitu, reksa dana pasar uang lebih cocok dijadikan investasi jangka pendek, yakni kurang dari satu tahun. Bila tujuan investasi untuk dana pensiun, investor sebaiknya memilih jenis reksa dana atau instrumen lain karena modal di reksa dana pasar uang tidak berkembang maksimal.

Seperti disebutkan sebelumnya, reksa dana pasar uang merupakan instrumen investasi yang bersifat likuid. Itu berarti, investor bisa mencairkan aset kapan saja tanpa terkena penalti.

Fleksibilitas tersebut pun memberi kesempatan bagi penanam modal untuk menggunakan dana atau keuntungan tanpa perlu menunggu masa jatuh tempo tiba selayaknya berinvestasi deposito.

Keuntungan lain dari reksa dana pasar uang adalah investor bisa berinvestasi mulai dari Rp 10.000. Penanaman modal pun bisa dilakukan melalui platform digital yang memiliki program investasi reksa dana, seperti Tokopedia.

Untuk diketahui, dalam menjalankan program investasi reksa dana online, Tokopedia bekerja sama dengan agen penjual efek reksa dana (APERD) berpengalaman dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan, Bareksa.

Ada dua produk reksa dana pasar uang yang tersedia di aplikasi tersebut, yaitu Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra dan Syailendra Dana Kas.

Namun, sebelum mulai berinvestasi, kamu harus memiliki perencanaan keuangan yang baik terlebih dahulu dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

Calon investor pun perlu melakukan analisis mendalam mengenai instrumen investasi yang hendak dipilih dan bukan sekadar mengikuti tren.

Hal terpenting, calon investor harus berhati-hati di tengah menjamurnya penyedia layanan investasi. Jangan tergiur dengan iming-iming imbal hasil besar dalam waktu singkat.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.