Advertorial

Jangan Lengah, Pelajari Teknik Berikut untuk Menghindari Penipuan Online

Kompas.com - 25/10/2021, 15:11 WIB
 Ilustrasi kejahatan di dunia digital. Dok. Shutterstock Ilustrasi kejahatan di dunia digital.

KOMPAS.com – Seiring perkembangan zaman, perubahan teknologi menuntut masyarakat untuk turut beradaptasi dan melakukan transformasi ke dunia digital.

Tak sekadar beradaptasi, masyarakat pun diharuskan memahami dan memilah informasi yang benar di dunia digital. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada dengan penipuan online.

Praktisi komunikasi Alfan Gunawan mengatakan, pelaku penipuan online biasanya mencuri data-data penting pengguna, seperti username, kata sandi, dan detail informasi kartu kredit.

“Mereka (penipu) memanfaatkan sentimen sosial agar korban mau menyerahkan data pribadi. Data ini akhirnya akan digunakan untuk melakukan tindak kejahatan penipuan,” kata Alfan dalam webinar bertajuk “Tips dan Trik Hindari Penipuan Daring”, Rabu (6/10/2021).

Ia pun memberikan sejumlah tips agar tetap aman di dunia maya. Beberapa di antaranya adalah cerdas dalam menentukan password, tidak klik link sembarangan, unduh dan menginstal software resmi, mengaktifkan autentikasi dua langkah, serta mematikan global positioning system (GPS).

“Usahakan juga untuk meminimalisasi update lokasi di media sosial dan berhati-hati saat menggunakan WiFi umum,” lanjut Alfan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (13/10/2021).

Senior Consultant Opal Communication Pradhikna Yunik Nurhayati mengatakan, penipuan online juga bisa terjadi karena pengguna secara tidak sadar memberikan izin terhadap data pribadinya. Hal ini bisa terjadi karena ketidaktelitian pengguna dalam membaca user agreements platform. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Teknik menghindari penipuan online adalah ‘think before click. Hati-hati, jaga data pribadi, dan ganti kata sandi secara berkala. Meminimalisasi penggunaan WiFi publik, simpan bukti transaksi, dan periksa transaksi secara teratur,” jelasnya.

Senada dengan Yunik, praktisi digital marketing sekaligus founder Istar Digital Marketing Centre Isharsono mengatakan, pengguna juga perlu menerapkan digital safety saat berselancar di dunia maya.

Digital safety merupakan konsep penggunaan internet untuk melindungi diri sendiri serta orang lain dari kemungkinan bahaya atau risiko di dunia online.

Internet safety juga bisa diartikan sebagai konsep penggunaan internet secara bijak dan sesuai dengan etika atau norma yang berlaku, tanpa membahayakan keamanan diri sendiri ataupun orang lain,” papar Isharsono.

Pada kesempatan yang sama, key opinion leader (KOL) Ronald Silitonga mengatakan, penipuan online yang pernah ia alami justru menjadi pelajaran berharga bagi dirinya.

“Sejak saat itu, saya cek terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu secara online. Kalau di e-commerce, cek ulasannya. Ini menjadi cara aman saat berbelanja online,” tutur Ronald.

Kuatkan karakter bangsa dan kemanusiaan

Untuk menghindari dampak negatif dari internet, seperti penipuan online dan penyebaran hoaks, peneliti atau antropolog M Nur Arifin mengatakan, pengguna media sosial perlu memperkuat karakternya.

“Masyarakat Indonesia sudah memiliki bekal agama, etika, norma, pendidikan, dan akhlak. Saat di dunia digital, pengguna perlu menyaring sebelum membagikan apa pun yang didapat. Kuatkan kembali karakter bangsa dan rasa kemanusiaan kita,” papar Nur.

Selain itu, tambahnya, jangan jadikan platform media digital untuk merugikan orang lain dan berhenti memproduksi konten negatif.

Sebagai informasi, webinar “Tips dan Trik Hindari Penipuan Daring” merupakan rangkaian kegiatan dalam seri literasi digital #MakinCakapDigital yang dilaksanakan di Kabupaten Tangerang, Banten.

Seri itu memiliki empat tema besar, yakni Digital Skills, Digital Ethics, Digital Culture, dan Digital Safety.

Webinar tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital. Peserta yang mengikutinya juga akan mendapatkan e-certificate.

Melalui program tersebut, masyarakat Indonesia diharapkan bisa memanfaatkan teknologi digital dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Program literasi digital juga mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak yang terlibat sehingga dapat mencapai target 12,5 juta partisipan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengikuti akun Instagram @siberkreasi dan @siberkreasi.dkibanten.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.