Advertorial

Ketahui Cara Lindungi Data Pribadi Secara Baik saat Bermedia Digital

Kompas.com - 25/10/2021, 15:21 WIB
Ilustrasi bermain media sosial. Dok. ShutterstockIlustrasi bermain media sosial.

KOMPAS.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital menggelar webinar bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Jangan Asal Sebar di Internet”, Senin (4/10/2021).

Webinar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, seperti anggota Kaizen Room Denisa N Salsabila, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Budi Luhur Jakarta Dr Bambang Pujiyono, dan Direktur Advokasi Hukum dan HAM Ruang Setara Taufiqurahman Arief, SH.

Kemudian, hadir juga dosen Universitas Serang Raya sekaligus anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Dr Delly Maulana, serta master of ceremony dan presenter televisi Tyra Lundy.

Dalam pemaparannya, Delly mengatakan bahwa sebaiknya masyarakat tidak sembarangan menyebarkan konten-konten yang tidak baik.

Menurutnya, ada beberapa cara yang harus dilakukan masyarakat agar cakap digital. Misalnya, menerapkan budaya sebagai pelindung dalam bermedia digital, memahami seluk-beluk keamanan internet, dan selalu etis dalam beraktivitas digital.

Smartphone atau perangkat lain harus dilengkapi dengan proteksi, seperti kata sandi atau fingerprint. Dengan demikian, perangkat tidak dapat digunakan oleh orang lain,” ujar Delly dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (13/10/2021).

Ia juga mengingatkan peserta untuk menggunakan antivirus serta mengunduh aplikasi yang sudah banyak digunakan dan tepercaya dengan melihat ulasannya terlebih dahulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk pengamanan identitas digital, menurut Delly, masyarakat harus menghindari berbagi data pribadi, terutama yang berkaitan dengan keluarga. Selain itu, selalu lakukan pembaruan perangkat lunak.

“Hati-hati (ketika) mengunggah data pribadi. Hindari memasukan data pribadi yang penting saat berinteraksi digital ketika menggunakan WiFi gratis dan selalu waspada jika ada komunikasi atau aktivitas yang mencurigakan,” katanya.

Dalam sesi key opinion leader, Tyra menyampaikan bahwa masyarakat harus memiliki batasab dalam menggunakan gawai.

“Misalnya, dalam seminggu kita punya satu waktu untuk tidak sama sekali memegang gawai,” ujar Tyra

Menurutnya, waktu tersebut bisa digunakan untuk me time. Bermain badminton, contohnya.

“Pakailah gadget sesuai dengan kebutuhan. Jangan ke mana-mana bawa gadget, bahkan makan bawa gadget,” ujar Tyra.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat untuk meninggalkan smartphone dan lebih banyak berinteraksi ketika bertemu dengan keluarga.

Tak ketinggalan, Tyra juga menganjurkan masyarakat untuk menghindari menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Sebab, berita bohong dapat menjadi berita yang “benar” jika diteruskan ke banyak orang.

“Semakin tinggi literasi digital seseorang, semakin luas juga wawasannya sehingga menjadi lebih bijak dalam menerima atau menyebarkan informasi secara digital,” kata Tyra.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bernama Andini Lestari menanyakan mengenai potensi terjadinya peredaran barang haram, seperti narkoba, di ranah daring. Hal ini karena dalam ruang digital terdapat tsunami informasi yang bisa disalahgunakan oleh oknum untuk melakukan transaksi ilegal.

“Adakah cara untuk memberikan literasi kepada generasi muda secara digital demi mencegah peredaran narkoba pada ranah digital yang rawan terjadi saat ini?” tanya Andini.

Menurut Taufiqurahman, sudah ada kerja sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Kemenkominfo, dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait hal tersebut.

Hal yang penting, lanjutnya, adanya edukasi narkotika itu sendiri, seperti informasi tentnag bagaimana penyebarannya dan apa barang buktinya. Sebab, dalam dunia digital penyebaran informasi sangat bebas.

“Hal yang terpenting adalah bagaimana kita harus bijak dalam bermedia sosial agar terhindar dari hal tersebut,” ujarnya.

Sebagai informasi, webinar tersebut merupakan rangkaian kegiatan literasi digital yang terbuka bagi semua orang yang ingin memahami dunia literasi digital.

Penyelenggara membuka peluang kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada agenda webinar selanjutnya.

Bagi yang ingin bergabung dan mengetahui tentang Gerakan Nasional Literasi Digital dapat mengikuti akun Instagram @siberkreasi.dkibanten dan @siberkreasi

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.