Advertorial

Mendagri Minta PKK Bergerak Agar Masyarakat Tak Lengah Terapkan Prokes

Kompas.com - 26/10/2021, 23:17 WIB

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta masyarakat tak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Pasalnya, penurunan kasus positif atau positivity rate Covid-19 tetap harus diwaspadai bersama.

Hal itu disampaikan Mendagri dalam acara Pelantikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Selatan di Sasana Bhakti Praja Gedung C Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2021).

Mendagri mengatakan, sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat, PKK harus mengambil peran untuk bergerak agar masyarakat tak lengah dalam menerapkan prokes.

"Kami harapkan PKK dapat mengambil bagian. Sekarang (pandemi) terkendali, tapi kita jangan lengah," katanya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Sebagai mesin yang menggerakkan program pemerintah hingga ke hilir, Tito meminta PKK memainkan peran strategis untuk terus menyosialisasikan penerapan terutama, terutama penggunaan masker.

Ia pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak abai menggunakan masker, meski pandemi saat ini terbilang terkendali.

“Tolong kita konsisten, oleh sebab itu ibu-ibu PKK yang masuk sampai ke keluarga ini, kita harapkan terus menggerakkan, menyosialisasikan, mengampanyekan, bahkan bila perlu membagikan masker," imbau Mendagri.

Selain menggalakkan penggunaan masker, lanjut Tito, kader PKK juga dianggap penting untuk mengingatkan masyarakat agar mengurangi mobilitas yang tak perlu dan menjaga jarak.

Kader PKK juga memiliki peran strategis dalam mengkampanyekan vaksinasi kepada masyarakat.

Pemahaman dalam penerapan prokes bagi keluarga, kata Mendagri, merupakan suatu langkah yang perlu menjadi perhatian PKK. Apalagi, di saat kasus penularan Covid-19 mulai melandai dan sejumlah kegiatan, seperti pertemuan tatap muka di sekolah, sudah mulai dilaksanakan.

Karena itu, Tito meminta PKK bergerak agar keluarga tak abai menerapkan upaya pencegahan penularan Covid-19.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau