Advertorial

Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Munadi Herlambang Buka Program Kampus Pelopor Keselamatan di Banten

Kompas.com - 28/10/2021, 14:16 WIB

KOMPAS.com – Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja Munadi Herlambang secara resmi membuka program Kampus Pelopor Keselamatan bertajuk “Bangun Budaya Keselamatan Bertransportasi di Kalangan Usia Produktif” yang diselenggarakan secara hibrida di Serang, Banten, Rabu (27/10/2021).

Program hasil kerja sama antara Jasa Raharja, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Polda) Banten itu diikuti 270 mahasiswa dengan 20 di antaranya merupakan mahasiswa pertukaran antar-perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Adapun total mahasiswa yang hadir secara langsung mencapai 170. Sementara, 100 mahasiswa mengikuti acara secara virtual.

Peserta yang hadir secara langsung diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan melakukan tes usap antigen.

Program Kampus Pelopor Keselamatan sendiri bertujuan untuk mencetak pelopor kampus anti-kecelakaan lalu lintas.

Pada pembukaan acara, Munadi Herlambang berharap, program tersebut dapat menjadikan mahasiswa dan kampus di seluruh Indonesia sebagai garda terdepan dalam membangun budaya keselamatan bertransportasi di tengah masyarakat.

“Jadi, ketika sudah lulus kuliah dan hadir di tengah masyarakat, mereka dapat menjadi contoh bagi lingkungannya, khususnya kesadaran tertib berkendara," jelas Munadi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (28/10/2021).

Dengan demikian, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan. Hal ini mengingat bahwa korban kecelakaan lalu lintas dan pengendara motor umumnya merupakan kalangan berusia produktif.

Selain memberikan edukasi, Jasa Raharja juga memilih beberapa mahasiswa untuk menjadi Duta Keselamatan. Para duta terpilih diharapkan dapat memberikan contoh cara berkendara berkeselamatan.

Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan, lanjut Mudani, juga memiliki tujuan lain, yakni menekan pelanggaran lalu lintas menuju zero accident. Menurutnya, penyebab paling umum kecelakaan adalah sikap pengendara yang ugal-ugalan dalam mengendarai kendaraannya.

"Saya berharap, adanya kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran berkendara di kalangan masyarakat, khususnya mahasiswa semakin meningkat. Dengan demikian, angka kecelakaan di Banten dapat ditekan," tutur Mudani.

Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri oleh Prof Dr Ir H Fatah Sulaiman, ST, MT, sebagai keynote speaker, Pejabat Kepala Divisi Kelembagaan dan Strategi Korporasi Jasa Raharja Radito Risangadi, dan Direktur Lalu Lintas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo.

Selanjutnya, Pakar Transportasi Untirta Rindu Twidi Bethary, Tokoh Masyarakat Banten Embay Mulya Syarief, Kepala Jasa Raharja Cabang Banten Dodi Apriansyah, serta Kepala Bagian Operasional H Kurnia Indrawan juga hadir dalam acara tersebut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau