Advertorial

Vou:Red, Restoration Drink untuk Bantu Optimalkan Kemampuan Self Healing Tubuh

Kompas.com - 28/10/2021, 14:51 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang menerpa dunia membawa banyak perubahan dalam keseharian masyarakat. Salah satunya adalah meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat.

Berbagai upaya dilakukan masyarakat untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Dua di antaranya adalah mengonsumsi makanan sehat dan vitamin secara rutin. Selain itu, olahraga juga menjadi kegiatan favorit masyarakat selama masa karantina di rumah.

Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat angka kematian akibat Covid-19 tinggi. Data per Selasa (26/10/2021), menyebut bahwa sudah ada 143.270 kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

Meskipun kini jumlah kasusnya terus menurun, tidak berarti pandemi usai. Risiko tertular virus corona masih terus membayangi. Masyarakat pun terus diimbau untuk menaati protokol kesehatan seiring pemerintah menggencarkan vaksin.

Karenanya, berkesadaran diri untuk terus menjalani pola hidup sehat tak ada salahnya.

Terlebih, masyarakat modern sering kali tidak sadar bahwa banyak kebiasaan yang dilakukan sehari-hari justru dapat menyakiti dan berdampak buruk bagi tubuh mereka sendiri.

Meminjam istilah yang sering dijumpai pada kasus kesehatan mental, kebiasaan tersebut disebut dengan self-harm.

Kebiasaan mengonsumsi makan makanan cepat saji, konsumsi gula berlebih, hidup di tengah polusi yang terus meningkat, kurang istirahat, dan jarang berolahraga dapat memicu ketidakseimbangan tubuh dan menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit, seperti diabetes, jantung, dan hipertensi.

Seperti diketahui, jenis-jenis penyakit tersebut kerap jadi perhatian selama masa pandemi. Pasalnya, orang dengan penyakit bawaan atau komorbid lebih rentan terserang virus.

Berbicara mengurangi risiko komorbid, tubuh manusia sendiri sebenarnya memiliki kemampuan untuk merestorasi diri atau self-healing. Artinya, mampu menyeimbangkan kembali kondisinya menjadi sehat.

Sayangnya, kemampuan tersebut dapat tereduksi seiring berjalannya waktu. Berbagai kebiasaan kurang baik yang kerap jadi rutinitas dapat memengaruhi menurunnya kemampuan tubuh untuk self-healing.

Dengan penerapan pola hidup sehat, kemampuan self-healing diharapkan dapat kembali optimal. Caranya sederhana, yaitu cukup istirahat, rutin berolahraga, dan memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh secara tepat.

Berangkat dari hal tersebut, PT Anagata Alami Indonesia mengembangkan produk yang dapat membantu mengoptimalkan kemampuan self-healing dengan memanfaatkan berbagai bahan alami. Produk tersebut berupa minuman restorasi atau scientifically-based restoration drink pertama di Indonesia, yakni Vou:Red.

Vou:Red diproduksi dengan memadukan pengetahuan akan manfaat yang terkandung dalam bahan-bahan alami dan teknologi canggih. Pihak perseroan juga menggandeng beberapa laboratorium milik universitas negeri di Tanah Air selama pengembangan produk.

Sebagai informasi, pengolahan Vou:Red menggunakan triple wash technology. Sebelum diolah, bahan baku sudah melalui tiga tahapan pencucian menggunakan air reverse osmosis. Dengan demikian, bahan-bahan yang digunakan dipastikan higienis dan aman.

Selain itu, kualitas dan kesegaran produk harus selalu terjaga untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Adapun teknologi yang dipakai adalah Blast Freeze, yaitu pendinginan pada suhu minus 20 derajat Celcius dengan cepat.

Teknologi tersebut membantu menghambat proses deteriorasi atau penurunan mutu pada bahan. Dengan demikian, kandungan nutrisi yang terdapat dalam bahan-bahan alami yang digunakan tetap terjaga dengan baik.

Berbeda dari produk kesehatan lainnya, Vou:Red fokus untuk membantu restorasi fungsi setiap organ tubuh dengan cara yang menyegarkan. Sebagai informasi, Vou:Red bukanlah obat.

Adapun bahan yang digunakan untuk produk tersebut seluruhnya alami sehingga aman dikonsumsi rutin. Berbeda dengan minuman sehat lainnya, produk ini punya rasa yang nikmat dan menyegarkan.

Sebagai informasi, Vou:Red memiliki 3 varian rasa dengan manfaat restorasi yang berbeda, yaitu Amber Berry yang kaya akan Physalin B dan F untuk mengoptimalkan sistem imun.

Kemudian, Scarlet Beet yang mengombinasikan kandungan aktif acemannan, aloe-emodin, alloin, dan betalain. Kandungan tersebut siap membantu kemampuan tubuh menyeimbangkan gula darah.

Terakhir, Iris Pitaya yang memanfaatkan kombinasi zat aktif dari bahan alami, seperti allicin, s-allylcysteine, cucurbitacin, dan hyperoside. Kandungan tersebut membantu mengoptimalkan kemampuan tubuh dalam menyeimbangkan tekanan darah.

Mulai sekarang, kenali tanda-tanda yang disampaikan tubuhmu dan kembalikan keseimbangannya dengan cara yang menyegarkan.

Temukan informasi selengkapnya tentang minuman restorasi pertama di Indonesia ini dengan mengunjungi website resminya di www.voured.id atau ikuti akun Instagram @voured.id.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau