Advertorial

KAI Ajak Masyarakat Ikuti Pameran UMKM Sambil Menikmati Keindahan Lawang Sewu

Kompas.com - 29/10/2021, 14:22 WIB

KOMPAS.com - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu pendongkrak perekonomian nasional. Berbagai upaya strategis dari berbagai pihak pun diperlukan untuk mendorong UMKM supaya tetap tumbuh dan berkembang meski diterjang pandemi.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membantu mempromosikan dan memasarkan produk UMKM. Tujuannya, supaya mereka dapat kembali bangkit dan berinovasi dalam mengembangkan usahanya pascapandemi.

Peran tersebut dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Guna membantu mitra UMKM binaan memperluas pasar, KAI menggelar pameran UMKM bertema “Dodolan neng Lawang Sewu” di halaman Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah mulai Sabtu (30/10/2021) sampai Minggu (31/10/2021).

Pameran tersebut diikuti 20 UMKM mitra binaan KAI dari berbagai daerah, mulai dari Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Adapun berbagai produk yang ditampilkan dalam pameran tersebut adalah fesyen, kerajinan tangan, serta makanan dan minuman. Selain mengunjungi stan UMKM, pengunjung juga dapat menikmati hiburan menarik, seperti fashion show produk UMKM, talk show, serta penampilan dari Loc Entertain dan MOT Band Semarang. 

Pada Sabtu, pameran berlangsung mulai pukul 09.00-14.35 WIB. Sementara, pada Minggu, pameran dilaksanakan pukul 09.00-12.15 WIB.

Sebagai informasi, pameran tersebut terbuka untuk masyarakat umum. Pengunjung pameran harus sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama dan memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, pihak KAI menyediakan fasilitas tempat cuci tangan dan hand sanitizer di Lawang Sewu.

KAI mengajak masyarakat untuk datang ke pameran UMKM tersebut sekaligus berwisata ke Lawang Sewu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Produk yang ditampilkan UMKM binaan KAI, mulai dari fesyen, kerajinan tangan, hingga makanan dan minuman. DOK. KAI Produk yang ditampilkan UMKM binaan KAI, mulai dari fesyen, kerajinan tangan, hingga makanan dan minuman.

KAI berharap, pameran tersebut dapat mendukung pertumbuhan UMKM lokal, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Dengan demikian, UMKM bisa bangkit sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian.

Hingga saat ini, KAI memiliki 791 mitra binaan di berbagai kota dan bidang industri, mulai dari perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, hingga jasa.

KAI telah menyelenggarakan berbagai program pengembangan untuk meningkatkan produktivitas UMKM.

Program tersebut berupa pelatihan dari para praktisi dan akademisi, yakni penanganan keadaan krisis, penyelia halal, sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta implementasi pemasaran produk melalui marketplace PaDi UMKM.

Selama 2020 sampai 2021, KAI telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 18.915.859.945 dalam rangka mendukung UMKM binaan. Hal ini menunjukkan bahwa KAI berkomitmen untuk mendukung pengembangan UMKM di Indonesia.

Pandemi Covid-19 tidak membuat KAI berhenti memberikan dukungan kepada UMKM. Kontribusi KAI terhadap sektor UMKM juga telah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Sebagai informasi, pada 2021, KAI menerima penghargaan sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Transportasi Pelaksana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pengembang UMKM Terbaik pada ajang 8th UNS SME’s AWARDS yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Agustus 2021.

Selanjutnya, ada Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Award (BISRA) 2021, Top Corporate Social Responsibility Awards 2021, dan Indonesia Green Awards (IGA) 2021.

Berbagai pencapaian tersebut memacu KAI untuk terus berkomitmen dan berkontribusi bagi pengemabangan UMKM. Tujuannya, supaya UMKM di Indonesia dapat terus maju, berkembang, dan bersaing di dunia industri nasional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau