Advertorial

Gandeng FishOn, BNI Dukung Nelayan Maumere Tembus Pasar Ekspor Jepang dan Malaysia

Kompas.com - 31/10/2021, 16:43 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI resmi menggandeng startup FishOn dalam meningkatkan ekspor produk perikanan di Maumere,Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (30/10/2021).

Hal tersebut dilakukan BNI dalam rangka mendorong program Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ekspor baru melalui BNI Xpora.

Seperti diketahui, potensi ekspor Indonesia semakin meningkat jelang akhir tahun. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan dapat membantu para nelayan di Maumere untuk mewujudkan ekspor Tuna Saku Sashimi dan Katsuobushi Skipjack.

Kedua jenis ikan tersebut ditargetkan dapat diekspor ke Jepang dan Malaysia sebanyak 60 ton setiap bulannya.

Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Hanung Harimba Rachman mengatakan, jika ada sesuatu yang berkaitan dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), masyarakat dapat menghubungi BNI Xpora untuk mendapatkan dukungan.

Ia juga mengatakan, pemerintah mendorong terjadinya peningkatan ekspor bukan karena pekerjaan yang mudah. Namun, dengan adanya ekspor di sektor perikanan dapat memberikan sumbangan terbanyak.

“FishOn bisa menjadi model karena menghubungkan dari hulu hingga hilir. Ini pengembangan yang positif dan perlu kita dukung bersama. Mudah-mudahan ini jadi titik awal supaya bisa dikembangkan lagi berikutnya di titik - titik lain,” ujar Hanung dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (31/10/2021).

Sementara itu, Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal menjelaskan, BNI akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung UKM untuk bertahan dari pandemi, naik kelas, dan berkesempatan menembus pasar ekspor.

"Kerja sama BNI dengan FishOn diharapkan dapat terus terjalin secara berkesinambungan dan berkelanjutan seiring dengan misi kami untuk mendorong pelaku UKM nasional menembus pasar ekspor," kata Iqbal.

BNI dan FishOn bantu nelayan ekspor ikan ke Jepang dan Malaysia. Dok. BNI BNI dan FishOn bantu nelayan ekspor ikan ke Jepang dan Malaysia.

Dalam kolaborasi tersebut, BNI memberikan solusi pembiayaan produktif untuk permodalan nelayan, termasuk dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR). Pembiayaan yang sama juga bisa diberikan bagi nelayan sebagai modal perdagangan ikan dengan menjadi Sahabat Gemarikan.

Adapun aplikasi FishOn sudah terimplementasi di daerah pesisir, yakni Ciwaru , Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Tengah. Terbaru, di Maumere, Kabupaten Sikka.

BNI dan FishOn juga berkolaborasi dengan BUMN Perindo, Perinus dan perusahaan lokal lain sebagai offtaker yang membeli hasil tangkapan nelayan melalui tempat penangkapan ikan (TPI) online, serta menyalurkannya ke hulu melalui program BNI Xpora untuk diekspor ke beberapa negara tujuan.

"BNI dan fishOn menyediakan sistem digitalisasi dalam proses penangkapan ikan di laut dengan fitur fish tracker, transaksi cashless bagi nelayan dengan penyediaan gerai nelayan yang terintegrasi dengan layanan Agen46 dan sistem penjualan hasil tangkapan laut yang terdigitalisasi dengan sistem TPI online," ujar Iqbal.

Sebagai informasi, FishOn merupakan aplikasi terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk ekosistem nelayan. FishOn sudah bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) untuk menciptakan satu juta nelayan berdaulat di berbagai daerah. FishOn juga telah menjadi member Xpora.

Dengan demikian, aplikasi tersebut akan memudahkan nelayan untuk mendapatkan solusi pendanaan, ekspansi bisnis untuk mencari pasar, solusi pendanaan offtaker, dan memudahkan mencari pemasok.

Lebih lanjut, Fajar menuturkan, nelayan di Maumere memiliki potensi ekspor Tuna Saku Sashimi sebesar 40 ton setiap bulan ke Jepang dan Katsuobushi Skipjack 20 ton per bulan ke Malaysia. Kolaborasi yang dilakukan pihaknya dengan BNI tersebut diharapkan akan meningkatkan daya tembus ekspor perikanan.

"Kami mengapresiasi kesempatan yang ditawarkan BNI untuk bekerja sama. Kami berharap lebih banyak lagi nelayan dapat memiliki kesempatan pengembangan pasar lebih luas," katanya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan terima kasih kepada BNI dan FishOn atas dukungan yang diberikan tersebut. Ia mengatakan bahwa jalur perdagangan di Sikka bisa sampai tujuh lapis. Dengan adanya FishOn, diharapkan bisa membuat harga komoditas menjadi lebih baik.

“Harapan kami, Maumere bisa menjadi pusat industri pengolahan, termasuk perikanan tangkap ataupun perikanan budidaya. BNI tetap setia mendukung. Kalau sudah banyak ikan, maka banyak uang. Kami akan lebih giat turun ke laut untuk bekerja bersama-sama,” ujar Fransiskus.

Untuk diketahui, selain peresmian kerja sama, pada acara tersebut juga diselenggarakan pelepasan ekspor perdana di Maumere. Acara ini merupakan lanjutan dari rangkaian pelepasan ekspor yang juga didukung BNI Xpora di Medan, Sumatera Utara, Kamis (21/10/2021).

Acara pelepasan ekspor di Maumere dihadiri oleh Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman, CEO FishOn Fajar Widi Sasono, perwakilan Kemenko Marves, perwakilan Wakil Kementerian Perdagangan, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, serta nelayan penangkap ikan tuna asal Maumere.

Turut hadir secara virtual Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki serta Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau