Advertorial

PT JKC Terus Tingkatkan Pelayanan di Ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran

Kompas.com - 01/11/2021, 20:26 WIB
Gerbang Tol Benda Utama di ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran. Dok. Jasa MargaGerbang Tol Benda Utama di ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.

KOMPAS.com - Ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran sudah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sejak 1 April 2021. Per 2 April 2021, jalan tol sepanjang 14,19 km ini telah dioperasikan sementara dengan tarif Rp 0 atau gratis.

Pengoperasian tersebut merupakan bentuk sosialisasi yang dilakukan pengelola jalan tol kepada masyarakat. Selama lebih dari 6 bulan beroperasi, tercatat sekitar 9,7 juta kendaraan telah melintas ruas jalan tol tersebut.

Selama masa itu pula, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk sekaligus pengelola ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran terus melakukan upaya perbaikan di setiap bidang layanan jalan tol, seperti layanan transaksi, layanan lalu lintas, dan layanan konstruksi.

Direktur Utama PT JKC Agung Widodo menyatakan bahwa perbaikan itu dilakukan sebagai komitmen pihaknya dalam meningkatkan standar pelayanan minimal jalan tol. Selain itu, juga memberikan manfaat aspek kelancaran, keamanan, dan kenyamanan, serta aspek keselamatan bagi pengguna jalan.

"Peningkatan pada layanan transaksi antara lain menyediakan 5 lajur reversible (fungsi 1 lajur 2 arah), layanan isi ulang saldo uang elektronik (mesin top up), mobile reader, dan menempatkan petugas customer service untuk bantu tapping pada waktu padat," ujar Agung dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (1/11/2021).

Agung menambahkan, di bidang layanan lalu lintas, pihaknya telah menyiagakan jumlah armada jalan tol, memasang smart CCTV di jalur dan gerbang tol, VMS pada jalur dan akses masuk, serta digital map yang berfungsi untuk memantau kepadatan lalu lintas.

Pihaknya juga sigap dalam memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk memberikan kelancaran pengguna jalan pada saat kepadatan lalu lintas ataupun sedang ada pekerjaan pemeliharaan.

"Sementara, untuk layanan pemeliharaan, antara lain, mempertahankan kualitas jalan dengan perbaikan kondisi (expansion joint), melakukan penutupan lubang dengan metode grouting, pemeliharaan kondisi drainase, penataan landscape, dan pemasangan lampu PJU LED," tambahnya.

Untuk diketahui, ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran hadir sebagai alternatif pengguna jalan wilayah Jabodetabek, khususnya dari Tangerang Raya menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Jalan tol itu sudah terintegrasi dengan Jalan Tol Prof Dr Ir Soedijatmo melalui Benda Junction, serta Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Kunciran-Serpong melalui Kunciran Junction. 

Ruas jalan tol tersebut juga diharapkan dapat mempersingkat waktu dan jarak tempuh menuju Bandara Soekarno-Hatta serta memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi dan kawasan Kota Tangerang dan sekitarnya.

Adapun ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran memiliki dua junction, yaitu Benda Junction dan Kunciran Junction. Ruas jalan tol ini memiliki 12 gerbang tol (GT), yaitu GT Benda Utama, GT Tanah Tinggi 1, GT Tanah Tinggi 2, GT Buaran Indah 1, GT Buaran Indah 2, GT Pinang 1, GT Pinang 2, GT Pinang 3, GT Pinang 4, GT Kunciran 6, GT Kunciran 7, serta GT Kunciran 8.

Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran menggunakan sistem pembayaran tertutup. Pengguna jalan akan melakukan 2 kali tapping uang elektronik (e-toll).

Tapping pertama pada saat memasuki jalan tol untuk mengetahui asal gerbang dan tapping kedua untuk pembayaran tol pada gerbang keluar.

PT JKC mengimbau kepada pengguna jalan untuk menggunakan satu kartu e-toll yang sama pada saat tapping masuk dan keluar jalan tol. Selain itu, juga disarankan untuk melakukan pengecekan saldo e-toll secara berkala.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.