Advertorial

Raih Untung Rp 19 Juta per Hektare, Sistem Mina Padi di Kediri Dinilai Sukses

Kompas.com - 04/11/2021, 11:27 WIB

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri acara panen sistem mina padi perdana di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Rabu (3/11/2021).

Penerapan sistem mina padi di Desa Sambirejo sendiri dinilai sukses. Rata-rata, hasil keuntungan budi daya yang dilakukan para petani mencapai Rp 19 juta per hektare.

Hanindhito mengatakan, dengan hasil panen mina padi, petani diharapkan mampu menambah keuntungan. Selain itu, ia berharap wilayah lain di Kabupaten Kediri juga dapat mengembangkan sistem tersebut.

“Sistem mina padi cukup mudah dilakukan dengan menggabungkan antara konsep perikanan dan pertanian di satu tempat yang sama,” ucap pria yang akrab disapa Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (4/11/2021).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri acara panen sistem mina padi perdana di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Rabu (3/11/2021). DOK. PEMKAB KEDIRI Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri acara panen sistem mina padi perdana di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Rabu (3/11/2021).

Dhito menambahkan, sistem mina padi di Desa Sambirejo akan dijadikan sebagai pilot project. Nantinya, sistem serupa akan dikembangkan di daerah lain dalam jangka waktu 1-2 tahun dengan bimbingan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

“(Sistem mina padi) perlu dikembangkan di wilayah lain. Kemudian, petani juga akan mendapat bantuan bibit nila dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri. Sekitar 30 hektare akan mendapat bantuan bibit,” ujar Dhito.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri acara panen sistem mina padi perdana di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Rabu (3/11/2021). DOK. PEMKAB KEDIRI Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri acara panen sistem mina padi perdana di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Rabu (3/11/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid menyampaikan, ada beberapa kriteria khusus untuk lokasi penerapan sistem mina padi. Sistem mina padi disarankan dapat dilakukan di lokasi pertanian yang memiliki aliran air lancar.

Untuk rasionya, satu hektare lahan pertanian dapat digunakan untuk budi daya ikan sekitar 20.000 ekor.

“Disarankan lokasi yang mudah air, baik untuk pertanian maupun perikanan. Sebab, lokasi mina padi yang sulit air bisa merepotkan petani itu sendiri,” kata Nur.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau