Advertorial

Berhasil Lakukan Transformasi di Segala Sisi, KAI Terima Penghargaan Public Service Excellence Award 2021

Kompas.com - 05/11/2021, 13:53 WIB

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sukses meraih penghargaan Public Service Excellence Award 2021 dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/11/2021).

Penghargaan tersebut berhasil diraih karena KAI mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan di tengah revitalisasi jalur kereta nasional.

Direktur Utama (Dirut) KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada CNBC Indonesia yang telah memberikan apresiasi kepada KAI.

“Apresiasi tersebut sangat mendorong motivasi seluruh insan KAI untuk terus melayani masyarakat dengan memberikan kemudahan, keamanan, dan kesehatan bertransportasi di masa pandemi Covid-19,” ujar Didiek.

Sebagai informasi, CNBC Indonesia Awards merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada pelaku industri di berbagai sektor yang berhasil beradaptasi di tengah pandemi. Penghargaan ini mengusung tema “Menjaga Komitmen Konektivitas Pascapandemi”.

Direktur sekaligus Pemimpin Redaksi CNBC Indonesia Wahyu Daniel pun secara langsung mengucapkan selamat kepada KAI atas pencapaian yang berhasil diraih.

“Semoga (penghargaan tersebut) menjadi penyemangat buat KAI dan makin sukses untuk (berkontribusi) di sektor pelayanan publik transportasi Indonesia ke depannya,” kata Wahyu.

Terkait kontribusi yang diberikan perseroan, Didiek mengatakan bahwa KAI terus melakukan adaptasi pada masa pandemi. Pihaknya juga terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin dan konsisten pada layanan kereta api (KA) jarak jauh, lokal, serta kereta rel listrik (KRL).

“Untuk pelanggan KA jarak jauh, KAI menyediakan healthy kit, layanan rapid test antigen di stasiun seharga Rp 45.000, dan layanan vaksinasi gratis di beberapa stasiun,” kata Didiek.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sukses meraih penghargaan Public Service Excellence Award 2021 dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/11/2021). DOK. CNBC INDONESIA PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sukses meraih penghargaan Public Service Excellence Award 2021 dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/11/2021).

Tingkatkan pelayanan

Pada layanan digital, lanjutnya, KAI juga terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. KAI telah mengintegrasikan data-data pelanggan dengan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini dilakukan guna memvalidasi status vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 calon pelanggan.

Di samping itu, pelanggan dapat memanfaatkan layanan First Mile dan Last Mile melalui aplikasi KAI Access. Dengan layanan ini, pelanggan dapat memesan taksi dari rumah ke stasiun keberangkatan dan dari stasiun kedatangan menuju rumah yang bersangkutan.

Kemudian, per Jumat (24/9/2021), KAI telah meluncurkan percepatan waktu tempuh beberapa kereta api unggulan, seperti KA Argo Bromo Anggrek untuk rute Gambir-Surabaya Pasar Turi (pulang pergi/pp), Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng pp), Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan pp), Argo Dwipangga (Gambir-Solo Balapan pp), dan Taksaka (Gambir-Yogyakarta pp).

Rangkaian kereta itu sampai di stasiun tujuan lebih cepat sekitar 19 hingga 70 menit dibandingkan jadwal sebelumnya.

“Di samping mempercepat waktu tempuh kereta api, kami juga menyediakan Wi-Fi gratis di atas kereta api dan live cooking. Jadi, makanan yang sebelumnya siap saji atau frozen, sekarang betul-betul dimasak di atas kereta,” kata Didiek.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sukses meraih penghargaan Public Service Excellence Award 2021 dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/11/2021). DOK. CNBC INDONESIA PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sukses meraih penghargaan Public Service Excellence Award 2021 dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/11/2021).

Transformasi digital

KAI juga terus melakukan transformasi di bidang digital untuk peningkatan pelayanan dan pengembangan bisnis penunjang.

Dengan sistem teknologi informasi yang telah dikembangkan KAI saat ini, beragam metode pembayaran sudah bisa diaplikasikan, seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), LinkAja, dan kartu debit.

Transformasi digital juga dapat dilihat pada cara kerja petugas kondektur dalam melakukan pengecekan pelanggan. Jika dahulu petugas kondektur harus menanyakan tiket dan melubanginya, kini hal tersebut tidak dilakukan lagi. Sebab, petugas kondektur telah dibekali gawai yang menampilkan data pelanggan.

Didiek mengatakan, KAI saat ini sedang melaksanakan transformasi digital yang dibantu oleh konsultan strategis nomor satu di dunia. Tujuannya, KAI ingin mengoperasikan kereta api dengan standar kelas dunia.

Tak hanya melakukan transformasi digital di bidang pelayanan kepada pelanggan, KAI juga memanfaatkan digitalisasi dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola keuangan.

“Upaya tersebut menjadi bekal KAI untuk terus bertransformasi. Kami ingin bangkit lebih kuat dan lebih cepat pada masa pandemi. Dengan demikian, KAI akan terus adaptif, memberikan solusi, dan terus berkolaborasi dalam situasi apapun,” kata Didiek.

KAI, imbuhnya, terus fokus untuk mencapai visi menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia. KAI pun berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengintegrasikan transportasi guna meningkatkan konektivitas.

KAI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyinergikan transportasi di Ibu Kota, seperti KRL, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dan TransJakarta.

Kemudian, KAI juga mendukung pengembangan transit oriented development (TOD) dan penataan stasiun-stasiun di kawasan DKI Jakarta.

Selain itu, KAI bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan layanan KRL.

Untuk diketahui, KAI dan Kemenhub sedang menyelesaikan proyek double track. Hasilnya, beberapa stasiun, seperti Stasiun Manggarai, memiliki empat jalur elevate.

Dengan demikian, pengguna KRL dari Bogor yang hendak ke Jakarta Kota dapat lebih nyaman mengakses KRL karena jalurnya sudah dibedakan dengan KA jarak jauh.

“Harapannya, masyarakat akan semakin merasakan pelayanan yang optimal dalam bertransportasi massal,” ujar Didiek.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau