Advertorial

Gelar Cangkrukan, Wali Kota Surabaya Serap Aspirasi Warga

Kompas.com - 08/11/2021, 14:32 WIB
Acara cangkrukan merupakan pertemuan yang digelar dengan duduk lesehan. Acara inibertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi warga. Dok. Pemkot SurabayaAcara cangkrukan merupakan pertemuan yang digelar dengan duduk lesehan. Acara inibertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi warga.

KOMPAS.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar cangkrukan dengan warga di Balai RW X, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Selasa (26/10/2021).

Pertemuan yang digelar dengan duduk lesehan itu bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi warga.

Pada pertemuan tersebut, satu persatu perwakilan warga dari enam kelurahan di Kecamatan Wonokromo menyampaikan aspirasinya.

Adapun sejumlah aspirasi yang disampaikan warga Kecamatan Wonokromo di antaranya adalah masalah genangan air, rumah tidak layak huni (rutilahu), persoalan pendidikan, akta kematian, hingga program dana kelurahan.

Menanggapi berbagai aspirasi dari warga, Eri mengatakan, pihaknya tidak akan pernah sempurna tanpa adanya masukan atau saran dari warga.

Oleh karena itu, melalui kegiatan cangkrukan, ia ingin perwakilan warga bisa menyampaikan uneg-unegnya agar dapat langsung dicarikan titik temu penyelesaiannya.

“Pergerakan kami di Pemkot tidak akan bisa sempurna kalau tidak ada panjenengan semuanya. Sebab, kami semua (pejabat Pemkot) adalah sayyid yang berarti pelayan masyarakat,” kata Eri dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (8/11/2021).

Pada kesempatan tersebut, Eri juga mengajak seluruh warga di Kecamatan Wonokromo untuk bergotong-royong menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan memanfaatkan sejumlah perangkat kampung, seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pengurus RT atau RW, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

Perangkat kampung, lanjut Eri, diharapkan dapat aktif melaporkan kondisi warganya yang membutuhkan intervensi dari pemerintah.

“Saya minta tolong kepada semuanya agar membantu Pemkot untuk menyejahterakan dan membahagiakan warganya. Sebab, tanpa bantuan kalian semua, (kinerja) Pemkot tidak akan bisa sempurna,” paparnya.

Sempurnakan program

Eri juga memastikan bahwa cangkrukan tersebut juga sengaja digelar untuk menyempurnakan program-program yang ada di Pemkot Surabaya.

Terlebih, kehadiran pejabat struktural Pemkot Surabaya dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warga secara cepat.

“Ketika ada pertemuan semacam ini, ternyata solusinya bisa langsung diambil. Kemarin, (cangkrukan) sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Sekarang, kami mulai lagi,” ujarnya.

Ke depannya, ia berharap, semua permasalahan yang ada di tengah masyarakat dapat selesai di tingkat kelurahan atau kecamatan. Oleh karena itu, Eri juga meminta agar kegiatan cangkrukan harus terus digalakkan.

“Di sini, saya ingin menunjukkan bahwa (antara) warga dan kami yang ada di Pemkot tidak ada bedanya. Saya berharap acara seperti ini akan terus berlanjut sehingga (terjalin) kedekatan antara lurah, camat, sampai wali kota dengan warganya,” ujarnya.

Acara cangkrukan yang digelar Eri beserta jajaran Pemkot Surabaya.Dok. Pemkot Surabaya Acara cangkrukan yang digelar Eri beserta jajaran Pemkot Surabaya.

Selain di Wonokromo, Eri beserta jajaran Pemkot Surabaya juga menggelar acara serupa di Balai RW 3, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Rabu (27/10/2021).

Pada kesempatan itu, Eri banyak menjelaskan tentang pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang dapat diselesaikan di tingkat kelurahan. Tujuannya, agar masyarakat Kota Surabaya bisa mendapat pelayanan yang nyaman dan maksimal.

“Kantor kelurahan akan saya ubah. Saya pastikan staf kelurahan adalah orang yang hebat sehingga pelayanan bisa selesai di kelurahan. Jadi, para staf tidak bingung saat membantu pelayanan adminduk kepada masyarakat. Apalagi saya sudah meluncurkan Media Publikasi Swargaloka sehingga pelayanan Adminduk bisa berhenti di tingkat kelurahan,” kata Eri.

Terlebih, lanjut Eri, pihaknya sudah meluncurkan Media Publikasi Swargaloka sehingga pelayanan Adminduk bisa selesai di tingkat kelurahan.

Ia juga memastikan bahwa perubahan dalam berbagai pelayanan tersebut dibuat untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan kepada warga Kota Surabaya.

Selain itu, Eri juga menyadari bahwa pihaknya adalah pelayan bagi masyarakat. Untuk itu, ia selalu berpesan kepada jajaran Pemkot agar tidak pernah merasa menjadi orang yang paling hebat dan sempurna di dunia ini.

“Bagi saya, Pemkot itu adalah rumah atau perahu besar untuk menyelesaikan segala persoalan yang ada di masyarakat. Jadi, lurah, camat, dan perangkat daerah (PD) harus menjadi satu bagian, yaitu perahu besar untuk menyelesaikan masalah Surabaya,” ujarnya.

Selain cangkrukan, Eri berencana menyambangi setiap kecamatan di Surabaya untuk bertemu langsung dengan warganya.

“Kami akan terus keliling. Nanti saya minta diteruskan dua minggu sekali. (Program ini juga) diteruskan sama lurah, camat dengan PD yang ada. Dengan begitu, kami akan tahu betul apa keinginan masyarakat sehingga dapat segera membantu,” tuturnya.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.