Advertorial

Buka Kantor Perwakilan di Dubai, BSI Bersiap Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global

Kompas.com - 08/11/2021, 17:14 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mulai merealisasikan program BUMN Go Global yang dicanangkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Realisasi program tersebut dilakukan setelah BSI menerima letter of incorporation dari Dubai International Financial Center (DIFC), Kamis (4/11/2021). 

Adapun saat ini, BSI tengah memasuki tahap akhir untuk memulai operasional di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kehadiran BSI di Dubai diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia.

“Saya berharap, BSI dapat mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai serta menjadi penghubung antara Indonesia dan investor global untuk menginvestasikan dananya pada proyek-proyek pemerintah, BUMN, serta pembangunan lain di Tanah Air,” kata Erick dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (8/11/2021).

Sementara itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, langkah tersebut menjadi bukti bahwa BSI siap bersaing di pasar global.

Selain itu, lanjut Hery, pihaknya juga ingin memaksimalkan peluang bisnis dari potensi besar pasar syariah di dunia yang selama ini belum tersentuh secara optimal.

“Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mendorong dan menumbuhkan ekonomi syariah Indonesia. Dengan demikian, Indonesia bisa menjadi tokoh utama dalam ekonomi syariah dunia,” ujar Hery optimistis.

Terlebih, UEA merupakan salah satu pusat investasi global, termasuk dalam hal keuangan syariah, misalnya sukuk.

Menurut dia, kehadiran BSI di Dubai menandai rekam jejak pertamanya di pasar global. BSI juga akan menjadi bank pertama Indonesia yang memiliki kantor perwakilan di kawasan Timur Tengah.

Hery menerangkan, dengan ekspansi tersebut, BSI berharap dapat mewujudkan misi sebagai Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025.

Selain berkontribusi terhadap pengembangan sektor keuangan syariah di Indonesia, kehadiran BSI di Dubai juga diharapkan akan memperkuat hubungan bilateral serta multilateral antara Indonesia dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC).

Sebagai informasi, pada Oktober 2021, pemerintah Indonesia baru saja meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Dubai untuk mengoptimalkan bisnis perdagangan dengan Timur Tengah.

Kehadiran BSI di Dubai pun diharapkan dapat mendukung ITPC. Hal ini dilakukan dengan mempermudah akses bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari layanan serta informasi keuangan sehingga dapat memberdayakan bisnis ekspor dan impor di kawasan Timur Tengah.

Pada akhirnya, hal tersebut dapat memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia, khususnya pascapandemi Covid-19.

Sebelumnya, BSI telah merampungkan integrasi operasional yang ditandai dengan pemberlakuan single system pada Senin (1/11/2021). Dengan demikian, Hery memastikan bahwa BSI telah siap 100 persen untuk memperluas bisnis ke depan.

Untuk diketahui, BSI diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan utama pemerintah pada ekosistem ekonomi syariah global. Oleh karena itu, BSI ditargetkan menjadi bank syariah berskala global sehingga Indonesia mampu menjadi pemain utama pada ekosistem tersebut.

Hery menambahkan, langkah strategis tersebut tak lepas dari seluruh insan BSI yang terus berkomitmen untuk mengedepankan value creation secara optimal.

Oleh sebab itu, BSI akan selalu mengembangkan serta meningkatkan produk dan layanan yang berdampak positif terhadap kinerjanya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau