Advertorial

Sambut Ajang Balap World Superbike di Sirkuit Pertamina Mandalika, UMKM Lokal Siap Go Global

Kompas.com - 11/11/2021, 19:35 WIB

KOMPAS.com - Perhelatan balap motor World Superbike di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, mampu memberikan dampak positif.

Selain meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia, event berskala internasional tersebut juga dapat memberikan harapan baru kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Salah satu pelaku UMKM binaan Pertamina sekaligus pemilik Lombok Mulya Craft Mulyadi mengatakan, ajang balap motor internasional di Mandalika menjadi pembangkit semangat bagi pelaku UMKM di wilayah Lombok.

Event tersebut dinilai dapat memberi dampak positif bagi usaha kerajinan khas Lombok miliknya, seperti mutiara, tenun, songket, gerabah atau terakota, anyaman bambu, anyaman rotan, anyaman ketak, kayu, dan cukli.

Sebagai informasi, Lombok Mulya Craft didirikan sejak 2010 dengan dibantu oleh enam perajin gerabah. Seiring perkembangan sektor pariwisata di Lombok, Mulyadi pun menambah jenis kerajinan yang ia produksi.

"Lebih dari 1,5 tahun terakhir ini memang berat bagi kami. Geliat produksi perajin lokal sempat terhenti karena adanya pandemi," ujar Mulyadi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (11/11/2021).

Mulyadi bersyukur karena perhelatan besar balap motor World Superbike di Sirkuit Mandalika memberi berkah baginya. Berkat ajang balap ini, ia bisa mendapatkan pesanan cendera mata untuk stan Pertamina di ajang tersebut.

"Syukur alhamdulillah. Ini menjadi momen kebangkitan kami untuk kembali memproduksi kerajinan khas Lombok," ucap Mulyadi.

Sebagai informasi, Pertamina memesan 500 cendera mata yang terdiri dari 200 cendera mata very important person (VIP) dan 300 cendera mata biasa.

Untuk cendera mata VIP, Mulyadi menyiapkan syal dari kain tenun khas Lombok, bros mutiara, gelang mutiara, dan kipas anyaman khas Lombok.

Sementara, 300 paket cendera mata biasa terdiri dari syal dari kain tenun khas Lombok, gelang mutiara, dan kipas anyaman khas Lombok.

Mulyadi sengaja memilihkan cendera mata-cendera mata tersebut agar pengunjung dari berbagai belahan dunia yang datang ke stan Pertamina di area Pertamina Mandalika International Street Circuit dapat langsung menggunakannya.

Kerajinan berupa syal khas Lombok Dok. Pertamina Kerajinan berupa syal khas Lombok

“Syal tersebut dibuat secara manual oleh para perajin tenun Lombok, demikian juga untuk kipas. Sementara, bros dan gelang dibuat dari mutiara asli khas Lombok," jelas Mulyadi.

Dari kepercayaan yang diberikan Pertamina, ia berhasil mengantongi omzet sekitar sepuluh kali lipat lebih banyak jika dibandingkan omzet bulanan yang diperoleh selama masa pandemi.

"Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kami. Sejak menjadi mitra binaan pada 2018, Pertamina memang tak pernah lepas membina kami untuk berkembang," ucap Mulyadi.

Kebahagiaannya tak sebatas itu saja. Mulyadi juga mengaku bangga event dengan skala internasional diadakan di tanah kelahirannya.

"Ini membuktikan bahwa Lombok tidak kalah bersaing dengan kota-kota lainnya di Indonesia," tuturnya.

Wujudkan SDGs

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, keterlibatan pelaku UMKM binaan pada ajang balap motor internasional di Pertamina Mandalika International Street Circuit menjadi salah satu bukti dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pencapaian tersebut dianggap sesuai dengan SDGs poin 8 terkait penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, keterlibatan pelaku UMKM binaan juga bagian dari implementasi program-program berbasis environmental, social and governance (ESG) di seluruh wilayah operasional Pertamina.

"Kehadiran Pertamina Mandalika Street Circuit dan international motorsports event diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia. Ini juga bagian dari pemulihan ekonomi nasional,” kata Fajriyah.

Fajriyah berharap, keberadaan Sirkuit Mandalika tak hanya menjadi peluang penetrasi pasar global yang luas bagi perusahaan dan produk BUMN, tetapi juga bagi produk-produk UMKM binaan Pertamina.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau