Advertorial

Dirut Pertamina Pantau Langsung Penanganan Kebakaran Tangki Kilang Cilacap lewat PICC

Kompas.com - 14/11/2021, 09:45 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memantau pennanganan kebakaran tangki di Kilang Cilacap melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC) di Gedung Graha Pertamina Jakarta (PICC), Sabtu (13/11/2021). DOK. PertaminaDirektur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memantau pennanganan kebakaran tangki di Kilang Cilacap melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC) di Gedung Graha Pertamina Jakarta (PICC), Sabtu (13/11/2021).

KOMPAS.com – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati turun langsung untuk memantau upaya pemadaman api di salah satu tangki di area Kilang Cilacap melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC) di Gedung Graha Pertamina Jakarta (PICC), Sabtu (13/11/2021).

Dia juga berkoordinasi dan meminta tim Pertamina, terutama yang berada di lapangan, untuk berupaya maksimal mengatasi insiden kebakaran.

Tak hanya itu, Nicke juga memantau pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan mekanisme pola suplai reguler serta alternative and emergency (RAE) lewat PICC.

Ia mengaku siap memastikan pasokan energi untuk masyarakat agar mereka tidak kesulitan mendapatkan BBM.

Sebagai informasi, PICC merupakan inovasi digital pertama yang menjadi pusat big data Pertamina. Fungsinya sebagai integrator dan monitor seluruh aktivitas operasional Pertamina secara real-time.

Saat ini, Pertamina terus melakukan sejumlah upaya pemadaman di salah satu tangki yang berada di area Kilang Cilacap.

Melalui offensive fire fighting, Sabtu, tim pemadam Pertamina berhasil mengendalikan api yang ada di lapangan.

"Meski berhasil dikendalikan, kami tetap melakukan penyekatan di seputar tangki sekaligus melakukan pendinginan dengan fire truck dan hydrant agar api benar-benar padam,” jelas Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya, dikutip dari keterangan pers resminya, Minggu (14/11/2021).

Untuk offensive fire fighting, Pertamina telah mengerahkan sekitar 50 personel dari Tim Bantuan Keadaan Darurat (TBKD) dan 30 personel pemadam dari internal Pertamina.

Pertamina juga melakukan koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengamankan kondisi di lokasi sekitar area kejadian.

Adapun masyarakat yang sebelumnya diungsikan di Aula Kelurahan Lomanis dan Masjid Baitul Munir Lomanis telah dikembalikan ke kediaman masing-masing.

"Kami mohon support serta doa seluruh masyarakat Indonesia, agar insiden ini dapat segera kami tangani secara tuntas," pinta Ifki.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.