Advertorial

5 Tanaman Hias Pembersih Udara Ini Tetap Tumbuh Subur meski Cuaca Mendung

Kompas.com - 18/11/2021, 11:15 WIB

KOMPAS.com – Pada musim hujan, biasanya cuaca cenderung berawan sehingga minim paparan cahaya matahari. Padahal, cahaya matahari merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman, termasuk tanaman hias.

Meski demikian, sejumlah tanaman hias ternyata bisa tetap tumbuh meski dengan paparan cahaya matahari yang minim.

Oleh sebab itu, tanaman hias tersebut pun cocok untuk diletakkan di dalam ruangan. Selain sebagai penghias ruangan, tanaman ini rupanya juga bermanfaat bagi kesehatan.

Diberitakan laman Mind Body Green, Rabu (15/9/2021), sebuah penelitian yang dilakukan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan bahwa tanaman tertentu berguna untuk menyerap gas berbahaya dan membersihkan udara dalam ruangan.

Apa saja tanaman yang dimaksud? Berikut ulasannya.

  1. Pakis boston (Nephrolepis exaltata)

Pakis boston disebut mampu menghilangkan berbagai zat berbahaya, seperti formaldehida, xilena, dan toluena tingkat rendah dari udara di dalam rumah.

Tanaman tersebut dapat tumbuh subur meski hanya mendapatkan cahaya matahari secara tidak langsung dengan tingkat intensitas sedang hingga rendah.

Pakis boston cocok ditanam sebagai tanaman gantung atau diletakkan di pot di atas rak.

  1. Sirih gading (Epipremnum aureum)

Tanaman dengan warna daun yang cantik ini ternyata dapat menurunkan kadar benzena, formaldehida, xilena, dan toluena dari udara.

Seperti halnya pakis boston, sirih gading juga bisa tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung dengan intensitas sedang hingga rendah.

  1. Peace lily (Spathiphyllum "Mauna Loa")

Tanaman yang memiliki daun hijau tua dan bunga putih khas berikut dinilai mampu menghilangkan kandungan benzena, formaldehida, trikloroetilena, xilena, toluena, dan amonia tingkat rendah dari udara.

Peace lily juga dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung dengan intensitas sedang hingga rendah.

  1. Aglonema (Aglaonema simpletum)

Dalam beberapa tahun terakhir, aglonema menjadi tanaman hias yang populer di antara pencinta tanaman di Indonesia. Pasalnya, tanaman hias ini tersedia dalam berbagai varietas yang menarik secara visual.

Tak hanya indah, aglonema juga mampu membantu menghilangkan benzena dan formaldehida tingkat rendah dari udara. Tanaman ini dapat berkembang dengan baik walau terpapar cahaya secara tidak langsung dengan intensitas rendah.

  1. Lidah mertua (Sansevieria trifasciata)

Lidah mertua dapat berkembang meski mendapat paparan cahaya matahari tidak langsung dengan intensitas sedang hingga rendah.

Tanaman tersebut dapat menghilangkan benzena, formaldehida, trikloroetilena, xilena, dan toluena tingkat rendah dari udara.

Berbeda dengan tanaman hias pada umumnya, lidah mertua juga dapat menyerap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi oksigen di malam hari.

Itulah lima tanaman hias yang tetap bisa tumbuh subur walau cuaca mendung. Untuk memperindah rumah sekaligus membantu membersihkan udara, kamu bisa membeli tanaman hias tersebut di Tokopedia.

Melalui platform e-commerce tersebut, kamu juga bisa mendapatkan berbagai tanaman hias lain, seperti pandan bali, palem chamaedorea, sedap malam, dan anthuriumradicans.

Yuk, segera cek aplikasi Tokopedia kamu dan temukan tanaman hias terbaik untuk mempercantik dan membersihkan udara di ruangan!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau