Advertorial

Mendadak Haru, Bupati Kediri Terima Curhat Warga Soal Suaminya yang Baru Wafat di Rabu Ngopi

Kompas.com - 24/11/2021, 20:45 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono menerima curhat warga Kabupaten Kediri di acara rutin Rabu Ngopi, Rabu (24/11/2021). DOK. Pemkab KediriBupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono menerima curhat warga Kabupaten Kediri di acara rutin Rabu Ngopi, Rabu (24/11/2021).

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono kembali menggelar acara rutin Rabu Ngopi di Pendopo Panjalu Jayati, Kabupaten Kediri, Rabu (24/11/2021). Namun, Rabu Ngopi kali ini berbeda dari biasanya.

Acara yang biasanya menjadi kesempatan warga Kabupaten Kediri menceritakan masalah yang dihadapi kepada bupatinya tersebut mendadak haru. Suasana tersebut menyergap saat seorang warga, Hari Rahayu, menceritakan kisahnya ditinggal oleh suami.

Rahayu adalah ketua paguyuban pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tempatnya tinggal, yaitu Desa Tanjung, Kecamatan Pagu. Awalnya, Rahayu yang menjadi penanya pertama dalam Rabu Ngopi menanyakan informasi terkait bantuan permodalan bagi pelaku UMKM.

Di tengah curhatnya soal permodalan UMKM, ia menceritakan bahwa suaminya baru saja meninggal. Meski masih berduka, Rahayu datang ke Pendopo Panjalu Jayati untuk mewakili teman-teman pelaku UMKM mencari solusi.

“Sebenarnya saya masih sakit. Suami saya juga belum lama meninggal tetapi saya tetap datang karena mewakili teman-teman UMKM,” kata Rahayu.

Rahayu mengisahkan peran suaminya terhadap usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM di desanya. Suaminya yang bernama Imam Wahyudi merupakan tenaga kerja migran di Brunei Darussalam. Sembari bekerja di negeri tersebut, almarhum suaminya juga memasarkan produk UMKM dari kampungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hari Rahayu, warga Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri tak kuasa menahan tangis saat bercerita tentang suaminya kepada Bupati Kediri. DOK. Pemkab Kediri Hari Rahayu, warga Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri tak kuasa menahan tangis saat bercerita tentang suaminya kepada Bupati Kediri.

“Dulu, produk UMKM dari daerah saya, kalau dikirim ke Brunei Darussalam, suami saya yang menampung. Sekarang dia sudah tidak ada lagi. Baru satu bulan pulang kampung, suami saya meninggal karena sakit,” papar Rahayu.

Bupati Hanindhito mendengarkan pertanyaan dan kisah Rahayu dengan saksama. Sebelum memberikan jawaban terkait permodalan UMKM, bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut mengucapkan belangsungkawa dan mengajak semua warga yang hadir di pendopo untuk mengirimkan doa.

“Saya ucapkan bela sungkawa dan doakan semoga Husnul Khotimab. Mari kita meluangkan waktu satu sampai dua menit untuk mendoakan almarhum Imam Wahyudi. Alfatihah," kata Mas Dhito.

Bersimpati dengan Rahayu, semua warga di pendopo pun mengikuti arahan Mas Dhito. Selama beberapa menit mereka berdoa untuk suami Rahayu.

Rahayu tidak menyangka memperoleh perhatian demikian dari Mas Dhito dan warga yang hadir. Usai mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, ia pun mengucapkan terima kasihnya.

“Saya tidak menyangka orang nomor satu di Kabupaten Kediri mau memimpin semua orang yang ada di pendopo untuk mendoakan almarhum,” kata Rahayu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.