Advertorial

Begini Cara Jadi Kreator Konten Cerdas di Mata Dunia

Kompas.com - 26/11/2021, 21:55 WIB

KOMPAS.com – Saat ini, ranah digital bisa menjadi sumber pemasukan. Pasalnya, tak sedikit orang menjadi mapan karena bekerja sebagai kreator konten.

Sayangnya, peluang itu tak diikuti dengan pemahaman bermedia digital yang baik. Masih banyak kreator yang mengunggah konten secara asal tanpa memperhatikan aspek kebermanfaatan. Intinya, yang penting viral dan menghasilkan cuan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mencederai nama baik Indonesia.

Putri Batik Nusantara 2018 Gloria Vincentia mengatakan, dunia maya ibarat koin yang punya dua sisi, yakni positif dan negatif. Karena itu, netizen juga perlu berpartisipasi menjaga ruang digital agar selalu aman dari konten-konten negatif.

Hal tersebut disampaikan Gloria dalam webinar bertajuk “Konten Positif yang Siap Viral” yang digelar di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

“Warga negara Indonesia (WNI) harus bertanggung jawab menjaga sopan santun, tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia digital. Bagi para kreator konten, pikirkan dampak unggahan. Jangan mengejar ketenaran saja. Jika konten bermanfaat, followers dan uang akan datang dengan sendirinya,” tutur Gloria dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) Viewture Creative Solution Mohammad Adnan menjelaskan cara menjadi konten kreator cerdas.

Ia mengatakan, agar mendapat apresiasi dari audiens, setiap kreator harus mengonsepkan dan meriset terlebih dahulu konten yang hendak dibuat berdasarkan minat mereka.

Hal serupa turut dipaparkan pakar sekaligus motivator keuangan Alviko Ibnugroho. Kata Alviko, kreator konten bisa mengambil tema dari lingkungan sekitar yang relevan dengan target audiens. Setelah itu, buat kerangka dasar konten yang hendak dibuat. Tentukan pula pesan yang ingin disampaikan.

“Kreator konten mesti mengangkat topik yang unik dengan dukungan visual yang menarik. Bakal lebih baik jika konten mengangkat kebudayaan bangsa Indonesia. Sementara, penyampaiannya bisa dengan storytelling dan bersifat interaktif,” terangnya.

Untuk diketahui, webinar bertajuk “Konten Positif yang Siap Viral” merupakan salah satu rangkaian program Indonesia #MakinCakapDigital. Program ini diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) serta Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital.

Lewat program itu, Kemenkominfo juga menyosialisasikan Seri Modul Literasi Digital yang merupakan program Literasi Digital Nasional milik pemerintah.

Terdapat empat tajuk besar yang dibahas dalam Seri Modul Literasi Digital, yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital.

Kemenkominfo menargetkan webinar Indonesia #MakinCakapDigital bisa diikuti oleh 12,5 juta partisipan. Karena itu, Kemenkominfo berharap, seluruh elemen masyarakat bersedia berpartisipasi dalam acara tersebut agar literasi digital dapat terwujud di Indonesia.

Kegiatan webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka untuk umum. Jadi, bagi siapa saja yang ingin memahami literasi digital dapat mengikuti acara ini melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten dan @siberkreasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau