Advertorial

Ekosistem Digital Indonesia Semakin Baik, Generasi Muda Punya Peran Penting Bawa Perubahan

Kompas.com - 27/11/2021, 09:21 WIB

KOMPAS.com – Perkembangan teknologi digital yang begitu masif bisa dimanfaatkan generasi muda untuk memaksimalkan potensi. Di tangan anak-anak muda kreatif, berbagai peluang bisa dioptimalkan untuk berkarya.

Bahkan, tak sedikit anak muda membangun platform digital untuk berbagi peran, berkolaborasi, dan berjejaring. Tujuannya, untuk tumbuh sekaligus mencari solusi bersama atas persoalan yang ada.

Dengan ekosistem digital Indonesia yang semakin apik, anak muda pun didorong untuk turut aktif mengerjakan hal-hal positif demi kemajuan bangsa.

Guna mendukung generasi muda di era digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar seri webinar bertajuk "Peran Generasi dalam Menyebarkan Informasi di Media Sosial" di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Jumat (5/11/2021).

Pada webinar tersebut, Kemenkominfo menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain perwakilan Center for Population and Policy Studies Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Widyaningrum dan praktisi komunikasi Alfan Gunawan.

Kemudian, jurnalis Didin Sutandi serta dosen Universitas Serang Raya Delly Maulana.

Pada kesempatan tersebut, Alfan Gunawan menjelaskan bahwa perkembangan ekosistem digital di Indonesia saat ini cukup signifikan.

Berkat inovasi fitur-fitur teknologi, ekosistem digital di Tanah Air semakin apik sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas komunikasi.

"Perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang semakin masif tidak terlepas dari bonus demografi. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Pasifik, bahkan di dunia," ujar Alfan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (17/11/2021).

Alfan menjelaskan, penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok usia muda. Ini berarti, mayoritas penduduk Indonesia aktif menggunakan internet dengan kontribusi terbesar berasal dari kalangan anak muda.

"Masyarakat dari golongan anak muda adalah penentu arah perkembangan dan kemajuan Indonesia ke depan," terang Alfan.

Terkait aktivitas kalangan muda di dunia maya, Novi menyebutkan bahwa terdapat potensi digital yang bisa dimaksimalkan.

Untuk diketahui, terdapat 2,4 juta orang mencari informasi melalui Google, 7.000 orang aktif sebagai pengguna Facebook, dan lebih dari 20 juta pesan terkirim melalui WhatsApp.

"Itu artinya, ada sebuah proses interaksi digital. Interaksi dapat terjadi satu arah ataupun dua arah," kata Novi.

Tak hanya itu, imbuh Novi, ada pula proses yang disebut sebagai komunikasi digital lintas batas geografis dan budaya hanya dalam hitungan detik.

Pada kesempatan yang sama, Didin menjelaskan literasi digital sebagai kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan yang dikaitkan dengan nilai Pancasila.

"Generasi muda perlu untuk menciptakan sebuah suasana media sosial yang sehat karena mereka mempunyai peran dan posisi yang strategis. Misalnya, melalui citizen journalism atau jurnalisme warga dengan membuat konten berisi informasi-informasi positif," terangnya.

Menurutnya, literasi digital merupakan hal penting sebagai landasan dalam membuat dan menyebarkan informasi.

Dengan begitu, informasi yang disampaikan mempunyai nilai positif dengan keakuratan dan nilai kebenaran yang tinggi.

Sementara itu, Delly Maulana mengatakan literasi digital merupakan salah satu kompetensi yang perlu dimiliki pengguna teknologi.

Literasi digital mencakup pemahaman terkait hardware, software, dan berbagai fitur lain.

Tak kalah penting, lanjut Delly, pemahaman literasi digital juga harus disertai dengan pengertian terhadap nilai-nilai Pancasila.

"Memiliki pemahaman tentang nilai-nilai ideologi bangsa, yakni Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan dalam beraktivitas secara digital, mengampanyekan, dan mengedukasi masyarakat secara digital," katanya.

Untuk diketahui, webinar tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan Kemenkominfo di Kota Tangsel, Banten. Webinar ini terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar tentang dunia literasi digital.

Kemenkominfo mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dengan mengikuti webinar tersebut melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Gerakan Nasional Literasi Digital, Anda dapat mengikuti akun Instagram @siberkreasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau