Advertorial

Pahami Penggunaan Dompet Digital dan Terapkan Budaya Cerdas Finansial

Kompas.com - 27/11/2021, 09:41 WIB

KOMPAS.com – Keberadaan layanan elektronik atau online service dompet digital dapat membantu memudahkan seseorang bertransaksi secara virtual.

Selain itu, dompet digital juga menjadi wadah elektronik yang memudahkan penggunanya untuk menyimpan berbagai metode pembayaran secara digital.

Konsultan sumber daya manusia (SDM), praktisi keuangan, dan anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Eva Yayu Rahayu mengatakan, layanan pembayaran digital semakin populer seiring dengan peningkatan pemakaian smartphone di Indonesia.

Penetrasi dompet digital pun semakin meningkat pada masa pandemi Covid-19. Bahkan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan e-payment guna memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2.

“Meskipun begitu, masih ada permasalahan utama yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Bagi sebagian orang, dompet digital membuat boros pengeluaran,” kata Eva dalam webinar bertajuk “Kenal dan Pakai Aplikasi Dompet Digital”, Kamis (4/11/2021).

Menurut Eva, ada beberapa cara bijak yang perlu diketahui masyarakat dalam menggunakan dompet digital agar tidak boros.

“Gunakan dompet digital saat butuh saja. Selain itu, cukup gunakan satu dompet digital, manfaatkan promo, pantau transaksi secara berkala, konsisten dalam menentukan batasan saldo, tentukan waktu top up saldo, serta jangan ketergantungan,” jelas Eva.

Kemudian, lanjut Eva, penting bagi semua orang untuk menerapkan budaya cerdas finansial dengan menerapkan pengelolaan keuangan agar sejahtera.

Sebagai informasi, webinar  tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital.

Selain Eva, Kemenkominfo mengundang beberapa narasumber lain, yakni art enthusiast Zahid Asmara, Co-Founder Localin Muhammad Bima Januri, Ketua Yayasan Quranesia Amrina Rasyada Zusdi F Arianto, dan pembawa acara televisi Neshia Sylvia.

Neshia mengatakan, banyak masyarakat yang memanfaatkan platform digital untuk bertransaksi. Hal penting yang harus diperhatikan masyarakat adalah menggunakan aplikasi tepercaya dan aman.

“Selain itu, masyarakat harus memiliki tingkat kesadaran dan kesabaran sebelum membeli suatu barang. Lebih baik mendahulukan kebutuhan yang mendesak dibandingkan keinginan sesaat. Perbanyak juga menabung,” jelas Neshia.

Webinar tersebut juga mempersilakan peserta untuk memberikan pendapat dan pertanyaan. Salah satu peserta bernama Triyani memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya.

“Bagaimana mengedukasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat memanfaatkan dompet digital untuk menarik lebih banyak pembeli?” tanya Triyani.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Zahid. Menurutnya, pemilik UMKM harus memperkenalkan produk yang dijual kepada calon konsumen. Beri tahu kelebihan produk dan hadirkan berbagai promo.

“Selain itu, sebarkan juga informasi mengenai manfaat produk dan edukasi mengenai kelebihan bertransaksi menggunakan e-wallet,” kata Zahid.

Sebagai informasi, webinar yang diadakan Kemenkominfo tersebut terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital.

Untuk mengetahui informasi mengenai topik webinar selanjutnya, ikuti akun Instagram @siberkreasi.dkibanten dan @siberkreasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau