Advertorial

Inovasi Teknologi Bawa PT Sritex Raih Penghargaan INDI 4.0

Kompas.com - 03/12/2021, 08:00 WIB
Penghargaan INDI 4.0 dari Kemenperin. DOK. PT SritexPenghargaan INDI 4.0 dari Kemenperin.

KOMPAS.com- Pandemi Covid-19 tak membuat PT Sri Rejeki Isman (Sritex) berhenti mencetak prestasi.

Hal tersebut dibuktikan PT Sritex dengan raihan penghargaan Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk kategori Product and Service, Kamis (2/12/2021).

Untuk diketahui, Penghargaan INDI 4.0 diselenggarakan Kemenperin sejak 2019. Penghargaan ini diberikan untuk menilai sekaligus mengukur kesiapan pelaku industri dalam melakukan transformasi pada era industri 4.0.

Penilaian pada penghargaan tersebut juga didasari oleh Peraturan Menteri Perindustrian (Permerin) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0.

Chief Executive Officer (CEO) PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, PT Sritex senantiasa melakukan inovasi dalam proses produksi sehingga mendapatkan nilai tinggi dalam ajang INDI 4.0.

PT Sritex sendiri memenuhi lima pilar penilaian dalam penghargaan tersebut, yakni pilar manajemen dan organisasi, orang dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta pilar operasi industri.

Penghargaan tersebut, lanjut Iwan, tidak hanya mengukuhkan keunggulan produk dan pelayanan Sritex, tetapi juga sebagai perusahaan yang terbuka dengan berbagai perkembangan zaman.

"Kami berterima kasih kepada Kemenperin atas (penghargaan) INDI 4.0. Penghargaan tidak bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk tenaga kerja yang tetap setia bersama kami dalam menghadapi berbagai situasi,” ujar Iwan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (2/12/2021).

Iwan tidak menampik bahwa pandemi membuat PT Sritex harus bekerja ekstra untuk menyelamatkan karyawan agar tetap bisa bekerja. Di satu sisi, perusahaan juga harus menghadapi persoalan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Meski demikian, pihaknya terus berinovasi dan menciptakan berbagai solusi. Iwan menambahkan, tantangan yang saat ini dihadapi Sritex juga turut dirasakan oleh perusahaan lain.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya mencari terobosan supaya bisa bangkit dan berkontribusi terhadap negara.

Menurutnya, penghargaan INDI 4.0 menjadi sebuah penyemangat sekaligus penguat bagi PT Sritex untuk terus bangkit dan bergerak.

 Kunci bertahan Sritex

Iwan melanjutkan, sebagai perusahaan yang telah berdiri lebih dari 50 tahun, PT Sritex telah menyelaraskan diri dengan kemajuan teknologi industri.

Pihaknya juga telah melakukan pembaruan di berbagai aspek produksi, mulai dari desain sampai pewarnaan yang sudah menggunakan digital print.

Tidak hanya itu, sistem tenun di pabrik juga sudah menggunakan sistem robotik, yakni programmable logic controller yang menggunakan algoritma.

“Sistem tersebut penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produk. Hal yang sama juga kami lakukan pada pemintalan (spinning). Kami menggunakan sistem robotik untuk mengambil barang dan sebagainya, termasuk di garmen," ujar Iwan.

Dengan sistem robotik tersebut, lanjut Iwan, proses produksi dari benang hingga barang jadi menjadi lebih efisien dan hemat waktu. Jika sebelumnya proses produksi membutuhkan waktu sebulan, kini hanya memakan waktu dua minggu berkat sistem robotik.

“Meskipun menghadapi banyak tantangan pada tahun kedua pandemi, Sritex mampu survive dan menjaga perusahaan tetap berjalan dengan sehat,” ujar Iwan.

Tak hanya pengembangan teknologi, PT Sritex juga memperhatikan aspek pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, meski pandemi memberikan tantangan besar, pihaknya tetap berupaya menjaga pegawai agar dapat tetap bekerja, termasuk pegawai difabel.

"Teknologi memang dibutuhkan, begitu juga terobosan harus dilakukan. Namun, memanusiakan karyawan juga diperlukan. Termasuk, memastikan tenaga kerja kami bisa tetap punya pekerjaan," tuturnya.

Kemudian, sepanjang 2020, PT Sritex juga melakukan sejumlah terobosan. PT Sritex melebarkan bisnis di industri peralatan pelindung keselamatan serta perdagangan besar alat laboratorium, farmasi, dan kedokteran pada 2020. Adapun produk yang dibuat di antaranya adalah alat pelindung diri (APD) dan masker kain.

“Tak hanya itu, PT Sritex memiliki gagasan menerapkan strategi penjualan via daring dan platform e-commerce,” ujar Iwan.

Sekilas INDI 4.0 Award

Sebagai informasi, penghargaan INDI 4.0 tak lepas dari peran Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) sebagai sebagai verifikator sekaligus unit kerja di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI).

Kepala BSKJI Doddy Rahadi menegaskan, kegiatan asesmen tersebut bertujuan mengukur kesiapan perusahaan dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

Ke depan, lanjut Doddy, strategi transformasi industri 4.0 bisa berperan sebagai salah satu solusi untuk tetap produktif di masa pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

“Dengan demikian, diharapkan perekonomian kembali pulih di tengah pandemi serta aktivitas industri mampu berjalan seperti sediakala tanpa mengabaikan prosedur dan protokol kesehatan,” tutur Doddy.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.