Advertorial

Dapat Grand Prize Rumah, Karyawan JNE Ini Tengah Berjuang Lawan Hipertiroid

Kompas.com - 03/12/2021, 16:47 WIB

KOMPAS.com – Bagai mendapat durian runtuh, stafDepartemen Credit Control JNE Pusat Jakarta Imam Nurdiansyah (30) mendapatkan kabar bahagia di tengah perjuangannya melawan penyakit hipertiroid.

Kabar bahagia tersebut ia ketahui bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-31. Pasalnya, JNE memberikan apresiasi kinerja kepada para karyawannya.

Apresiasi tersebut berupa pemberian grand prize  dua unit rumah kepada dua karyawan JNE. Pemenang grand prize diumumkan pada puncak perayaan HUT ke-31 yang digelar di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Presiden Direktur JNE M Feriadi Soeprapto mengatakan, pemberian apresiasi kinerja sejalan dengan nilai spiritual JNE yang diwujudkan dalam kebiasaan memberi, menyantuni, dan menyayangi.

“Oleh karena itu, sebagai rasa syukur, ratusan hadiah kami berikan sebagai wujud dedikasi kepada karyawan JNE di seluruh Indonesia,” papar Feri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (2/12/2021).

Imam kembali menjelaskan, kebahagiaan tersebut merupakan jawaban atas doa dan kesabarannya dalam menghadapi lika-liku kehidupan. Pasalnya, hiperteroid yang ia alami telah berlangsung sejak 2 tahun lalu.

Penyakit itu kerap mengganggu aktivitas Imam. Walau demikian, hal ini tidak mengurangi semangat Imam dalam memenuhi kewajibannya sebagai tulang punggung keluarga.

“Satu minggu sebelum perayaan HUT ke-31 JNE berlangsung, saya sudah dalam kondisi pasrah atas segala rasa sakit yang saya alami. Saat itu, saya hanya dapat berdoa bahwa saya sudah ikhlas,” kata Imam.

Ia pun berusaha kuat menghadapi penyakit yang tengah menimpanya. Kesabaran dan rasa ikhlas Imam pun berbuah manis. Sebab, JNE mengapresiasi kinerja Imam dengan satu unit rumah untuk disinggahi bersama keluarga kecilnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Ua, panggilan akrab Ahmad Fauzi (36). Pria yang mengawali karier sebagai kurir JNE pada 2012 tersebut mengaku tidak menyangka mendapatkan keberkahan berupa sebuah rumah di tengah kesulitan keuangan yang sedang ia hadapi.

Saya tidak mengetahui saat diumumkan mendapatkan rumah. Sebab, telepon genggam saya baru dijual dan belum membeli yang baru,” papar Ua.

Ia pun mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka bahwa bisa mendapatkan hadiah utama pada puncak perayaan HUT ke-31 JNE.

“Sebelum ada perayaan HUT ke-31, saya sempat bergurau dengan rekan kerja bahwa walaupun tidak dapat menonton perayaan HUT ke Jakarta, saya akan berhasil memenangkan rumah adalah saya,” ungkap Ua.

Berawal dari guyonan, Ua pun tidak menyangka bahwa ucapannya justru menjadi kenyataan.

“Terima kasih JNE. Rumah tersebut akan saya tempati bersama keluarga. Semoga JNE semakin sukses dan berkah,” tutur Ua.

Adapun gelaran perayaan HUT ke-31 JNE juga dimeriahkan oleh sejumlah penampilan dari artis Ibu Kota, yaitu Happy Asmara, Gigi, dan Ivan Gunawan, serta kelompok musisi tunanetra Koste Band.

Musisi jalanan difabel dari Institut Musik Jalanan tersebut hadir untuk melawan stigma masyarakat terhadap disabilitas tunanetra. Sebab, Koste Band berhasil membuktikan kepada khalayak luas bahwa keterbatasan tidak menghalangi kreativitas.

Fashion show yang diperagakan anak-anak dari berbagai panti asuhan dalam gelaran perayaan HUT ke-31 JNE.Dok. JNE Fashion show yang diperagakan anak-anak dari berbagai panti asuhan dalam gelaran perayaan HUT ke-31 JNE.

Selain itu, JNE juga menampilkan fashion show dengan beragam kostum adat dari seluruh Indonesia. Rangkaian acara fashion show dibawakan oleh 35 anak dari berbagai panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Hindu Anatha, Panti Asuhan Guna Nanda, dan Yayasan Panti Asuhan Rasullah SAW.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau