Advertorial

Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa Lantik Pengurus Pusat PMTI

Kompas.com - 05/12/2021, 12:33 WIB

KOMPAS.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Purnawirawan (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa secara resmi melantik pengurus pusat PMTI periode 2021-2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (3/12/2021).

Adapun Yulius melantik 262 orang pengurus pusat PMTI yang tersebar dalam 33 departemen.

Pada sambutan di acara pelantikan, Yulius mengemukakan moto selama kepengurusan dirinya sebagai Ketua PMTI, yakni “Simpul Distribusi Solusi”.

"Pada kepengurusan PMTI periode 2021-2026, kita akan menggunakan moto ‘Simpul Distribusi Solusi’. Setelah pelantikan, acara akan dilanjutkan dengan Rapat Pleno I," ujar Yulius dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (5/12/2021).

Ketua Umum Pengurus Pusat PMTI Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus Lumbaa. DOK. PMTI Ketua Umum Pengurus Pusat PMTI Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus Lumbaa.

Pada kegiatan yang juga menjadi perayaan Natal 2021, PMTI turut menghadirkan Ruth Sahanaya sebagai pengisi acara. Ruth membawakan lagu-lagu Natal di hadapan sekitar 400 undangan. 

Sebagai informasi, para tokoh yang hadir pada acara tersebut adalah Ketua Dewan Pertimbangan PMTI sekaligus Ketua umum PMTI pertama Profesor J L Parapak, Ketua Dewan Penasihat PMTI Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Matius Salempang, serta perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan.

Yulius terpilih sebagai Ketum PMTI periode 2021-2026 pada Musyawarah Besar (Mubes) IV PMTI, Sabtu-Minggu (2-3/10/2021). Mubes IV PMTI juga memilih Dating Palembangan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMTI.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau